Lahan Eks Tambang KPC Jadi Sentra Pertanian, Kapolda Kaltim Salurkan Bantuan Alsintan

oleh -13 views

Beritakutim.com SANGATTA – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, kepada Kelompok Tani Bakutor selaku pengelola kawasan Industrial Farming Pit J di lahan pascatambang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (30/5/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Polda Kalimantan Timur terhadap pengembangan sektor pertanian modern yang memanfaatkan lahan eks tambang sebagai kawasan produktif. Program ini juga menjadi bukti bahwa lahan pascatambang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat apabila dikelola secara optimal.

Baca Juga :  Patroli Jarak Jauh, Kapolres Kutim Tinjau Polsubsektor Sandaran dan Salurkan Bansos ke Warga

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pemanfaatan lahan pascatambang untuk kegiatan pertanian merupakan langkah strategis yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, keberhasilan mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan pertanian produktif tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan dari semua pihak. Kami berharap bantuan alsintan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mempermudah pengelolaan lahan, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro.

Baca Juga :  Halal Bihalal Polres Kutai Timur Jadi Momentum Pererat Kebersamaan Pasca Idulfitri

Kawasan Industrial Farming Pit J yang dikelola Kelompok Tani Bakutor selama ini dikenal sebagai salah satu contoh sukses transformasi lahan pascatambang di Kabupaten Kutai Timur. Berbagai komoditas pertanian telah dikembangkan di kawasan tersebut dengan melibatkan petani lokal sebagai motor penggerak utama.

Melalui dukungan alat dan mesin pertanian, proses pengolahan lahan, penanaman, hingga panen diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Selain meningkatkan kapasitas produksi, penggunaan teknologi pertanian juga dinilai mampu mendorong pengelolaan lahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kapolda menambahkan, bantuan alsintan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi faktor pendukung keberlanjutan program pertanian di kawasan eks tambang.

Baca Juga :  Menjelang Lebaran, Warga Antusias Disuntik Vaksin Booster

“Selain meningkatkan produktivitas, bantuan ini juga diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program pertanian di kawasan eks tambang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Penyerahan bantuan alsintan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi lahan pascatambang sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, kawasan Industrial Farming Pit J kini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan reklamasi lahan pascatambang, tetapi juga berkembang menjadi pusat pertanian produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.(BK 2)