Beritakutim.com, SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai Timur (Kutim) menyembelih 238 hewan kurban pada peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, terdiri atas 170 ekor sapi dan 68 ekor kambing. Hewan kurban tersebut didistribusikan melalui sejumlah masjid binaan LDII yang tersebar di Kutim.
Pelaksanaan Salat Iduladha dipusatkan di Masjid Ulul Albaab, Jalan Permai Raya, Sangatta Utara, dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kecamatan di Kutim.
Secara keseluruhan, nilai hewan kurban yang dihimpun warga LDII Kutim pada tahun ini mencapai sekitar Rp4,1 miliar. Angka tersebut mencerminkan tingginya partisipasi warga dalam menjalankan ibadah kurban sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat.

Ketua DPD LDII Kutai Timur, Theo Okta Wirawan, yang juga didampingi Sekretaris, Nurahmat Priono, mengatakan Iduladha merupakan momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Kami berharap perayaan Iduladha tahun ini semakin mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat berbagi kebahagiaan kepada sesama,” ujar Theo usai pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Ulul Albaab.
Theo menambahkan, proses distribusi daging kurban telah dipersiapkan secara matang agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata, termasuk warga yang membutuhkan, lembaga sosial, serta berbagai elemen masyarakat di Kutai Timur.
Sementara itu, Nurahmat Priono menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Iduladha, mulai dari persiapan Salat Iduladha, penyembelihan hewan kurban hingga pendistribusian daging, dilaksanakan secara gotong royong oleh panitia dan warga LDII.
“Seluruh proses dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang baik, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat Kutai Timur.







