Beritakutim.comSangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) membuka peluang pembangunan asrama permanen bagi pelajar dan mahasiswa asal Kutim yang menempuh pendidikan di luar daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat tinggal sewaan yang selama ini menjadi kebutuhan mahasiswa.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, mengatakan kebutuhan asrama permanen menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, selama ini mahasiswa dan pelajar Kutim di sejumlah daerah masih mengandalkan tempat tinggal dengan sistem sewa.
“Kalau memang harus kita arahkan ke pembangunan permanen, berarti kita harus belanja. Kalau mau itu di lokasi tengah kota, harus membeli rumah jadi di sana,” ujar Noviari.
Ia menjelaskan, pembangunan asrama permanen tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar, tetapi juga mahasiswa Kutim yang menempuh pendidikan di Sangatta maupun daerah lainnya.
Menurut Noviari, kebutuhan tersebut semakin terlihat karena beberapa daerah lain di Kalimantan Timur telah memiliki asrama permanen bagi pelajar dan mahasiswa daerahnya. Karena itu, aspirasi pembangunan asrama permanen juga telah dibahas bersama organisasi pelajar dan mahasiswa Kutim.
“Teman-teman itu berharap adalah asrama permanen. Kita memahami. Ternyata selama ini sewa terus dari tahun ke tahun,” katanya.
Noviari menyebut, Pemkab Kutim perlu melakukan kajian lebih lanjut terkait lokasi dan kebutuhan luas bangunan. Jika berada di kawasan perkotaan, salah satu opsi yang dapat ditempuh adalah membeli rumah atau bangunan yang kemudian direnovasi menjadi asrama.
“Kalau kita bangun seperti asrama, itu tidak cukup hanya luas 10 kali 20 meter. Pasti setidaknya 20 kali 30 atau seberapa, karena cukup untuk teman-teman,” jelasnya.
Selain rencana asrama permanen, Noviari juga menjelaskan pembangunan asrama yang berada di belakang Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Sangatta. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Asrama tersebut nantinya diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Sangatta, termasuk mereka yang belajar di Stiper maupun perguruan tinggi lainnya.
“Jadi itu pembangunan asrama pelajar putra-putri. Pelajar dan mahasiswa di Kutai Timur, di Sangatta,” ungkapnya.
Terkait pengelolaan, Noviari mengatakan mekanismenya masih perlu diatur lebih lanjut. Salah satu pihak yang dapat terlibat adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Kutai Timur.
Ia menambahkan, sebelumnya Himakat juga telah mendorong pembahasan mengenai dukungan perusahaan-perusahaan di Kutim terhadap kebutuhan asrama pelajar dan mahasiswa. Pertemuan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komitmen bersama antara pemerintah, perusahaan dan organisasi mahasiswa.
Untuk merealisasikan rencana asrama permanen, Noviari menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, bagian yang menangani kesejahteraan rakyat, serta Dinas Pendidikan.
“Arahnya ke sana. Nanti saya koordinasi dengan PU, Kesra, dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya.(Adv/Bk4)






