Terdiagnosis TBC, Bupati Kutim Minta Pekerja Tetap Didampingi

oleh -342 views
Bupati Ardiansyah didampingi Kepala Dinkes Kutim dr. Yuwana dan Camat Karangan Reza Fahlevi (foto Istemewa)

Beritakutim.com Karangan – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta perusahaan tidak menjadikan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai langkah utama terhadap pekerja yang terdiagnosis Tuberkulosis (TBC).

Menurutnya, pekerja yang terpapar TBC justru perlu mendapat dukungan agar dapat menjalani pengobatan hingga selesai. Hal itu disampaikan Ardiansyah saat membuka pelayanan kesehatan bergerak, tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Karangan, Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga :  Triwulan Pertama, Dishub Kutim Capai Penyerapan Anggaran 26,5 Persen

Ardiansyah menilai TBC merupakan persoalan yang harus ditangani secara serius karena bersifat menular. Karena itu, pekerja yang terdiagnosis perlu mendapatkan penanganan dan pendampingan, bukan langsung kehilangan pekerjaan.

“Lebih bagus penyakitnya diselesaikan. Pengobatan TBC itu sudah ada dan harus dijalani secara rutin,” kata Ardiansyah.

Ia mendorong perusahaan tetap memperhatikan kondisi pekerja selama menjalani pengobatan. Jika untuk sementara harus meninggalkan aktivitas kerja, proses pengobatan tetap harus dipastikan berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Damkarmat Kutim Perkuat Pembinaan Relawan Pemadam di Kecamatan

Ardiansyah juga menyambut rencana dialog antara PPTI dengan perusahaan di Kecamatan Karangan sebagai upaya memperkuat penanganan TBC di lingkungan kerja.

Selain tracing TBC, ia mengajak masyarakat memanfaatkan CKG dan pelayanan kesehatan bergerak sebagai sarana deteksi dini. Pemeriksaan rutin dinilai penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

Baca Juga :  Kabag Organsisasi Kutim: Kita Perlu Meningkatkan SDM dan Layanan Publik

“Jangan datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika sudah sakit,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat memanfaatkan Posyandu yang kini tidak hanya melayani balita, tetapi juga remaja, ibu hamil, ibu menyusui hingga lanjut usia.

Bupati berharap pelayanan kesehatan bergerak di Karangan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.(Adv/Bk4)