Ketua DPRD Kutim Sebut Pembahasan APBD Sering Terhambat Kompleksitas Sistem Penganggaran Saat Ini

oleh -944 views

SANGATTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Joni, mengakui bahwa pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sering kali terhambat oleh kompleksitas sistem penganggaran yang diterapkan saat ini.

Sistem ini dianggap lebih rumit, menyebabkan keterlambatan dalam tahapan pembahasan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Peringatan Hari Bela Negara Ke-75, Bupati Kutim : Tugas Kita Bersama Menjaga NKRI!

“Nantinya, Sistem Informasi Penganggaran Daerah (SIPD) ini atau faktor lainnya menyulitkan proses pembahasan APBD,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai pemerintah, khususnya teknisi yang bertanggung jawab atas sistem SIPD yang diharapkan dapat mempercepat proses perencanaan penganggaran.

Baca Juga :  Bupati Ardiansyah Resmi Melepas 146 Mahasiswa STIENUS untuk Menjalani KKN

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur perlu menyelenggarakan pelatihan yang sesuai dengan perkembangan sistem dan kemajuan dalam pengelolaan anggaran. Langkah ini dianggap penting, terutama mengingat rencana pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur yang akan segera terlaksana.

Baca Juga :  Joni, Pembangunan Inprastruktur Jalan di Pelosok Kutim Terhambat Karena Kawasan Milik Swasta

“Jangan sampai kurangnya pemahaman kita, sehingga membuat kita tertinggal dari daerah lain,” tegas Joni.

Lebih lanjut, ia menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah daerah harus tetap maksimal dalam menyerap anggaran tahun ini, terutama karena program infrastruktur yang sudah mulai dilaksanakan. (bk)