KalFor Project Berikan Bantuan Sarana dan Prasarana Budidaya Ikan Air Tawar Ramah Lingkungan » Berita Kutim

oleh -23 Dilihat
IMG 20220512 WA0047 scaled 1 1

SANGKULIRANG – Dalam rangka pemberdayaan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan areal kawasan hutan, Pemerintah Kabupaten melalui Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) bekerjasama dengan Kalimantan Forest (Kalfor) Project memberikan bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan tawar ramah lingkungan untuk empat Desa di Kecamatan Sangkulirang, rabu (11/5/2022) di kediaman Kepala Desa Saka.

Bantuan yang diberikan berupa mesin pencetak pakan ikan 1 unit perdesa, total 3 unit. Keramba jaring apung 4 buah perdesa, total 12 buah. Ikan lele 1000 bibit per desa, total 3000 ekor. Ikan nilai 2000 bibit perdesa, total 6000 ekor. Papan Nama Demplot 1 unit perdesa, total 3 unit.

Untitled-1

Bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Bupati kepada Hendra Hapri Hadi Kepala Desa Saka Kecamatan Sangkulirang yang disaksikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan, Sugiono Kabid PPW Bappeda Kutim, Phantom Regional Fasilitator Kaltim Kalfor, Danramil Sangkulirang, Babinsa, perwakilan Kapolsek dan lainnya.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Audensi AMPB Kutim Terkait Pascabencana Banjir

Disampaikan oleh Phantom selaku Regional Fasilitator Kaltim Kalfor bahwa bantuan ini merupakan bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari perlindungan areal hutan dan kawasan.

“Ada 4 Desa disini yang berkomitmen hutan, komitmen mereka itu mendapatkan apresiasi dari Kalfor untuk alternatif peningkatan pendapatan, salah satunya budidaya ikan air tawar ramah lingkungan ini,” ujar Phantom.

Phantom, Regional Fasilitator Kaltim Kalfor Project.

Ditambahkannya, selain budidaya ikan air tawar, nantinya ada bantuan untuk madu kelulut, eko wisata dan budidaya tanaman obat.

“Untuk eko wisata, kami bantu bagaimana pengelolaannya dengan lebih baik, seperti model, asesment wisatanya dan pengembangan kelembagaannya,” bebernya.

Baca Juga :  Tim Satgas Kutim Berlakukan Rekayasa Penyekatan Di Beberapa Titik Lokasi Dalam Kota

Dirinya menambahkan project Kalfor berakhir tahun 2024 nanti, sehingga bantuan ini hanya bersifat stimulan dan bersamaan dengan ini akan dikembangkan kerjasama dengan pihak swasta.

“Jadi diharapkan ini jadi pilot project agar swasta tertarik untuk mengembangkannya,” pungkas Phantom.

Sementara itu disampaikan oleh Sugiono Kabid Pengembangan Prasarana Wilayah Bappeda Kutim, Kalfor memberikan bantuan stimulan untuk pemberdayaan masyarakat Desa di Kutim dibagi dengan dua kluster. Kluster pertama untuk Desa Saka, Desa Tepian Terap, Desa Sempayau dan Desa Batu Lepoq Kecamatan Sangkulirang, sedangkan kluster dua ada di Desa Cipta Graha, Desa Mata Air Kecamatan Kaubun dan Desa Sekerat Kecamatan Bengalon.

Baca Juga :  Polres Kutim Gelar Operasi Keselamatan Mahakam 2022

“Karena ini sifatnya stimulan, semoga bermanfaat untuk masyarakat, hal ini berkaitan dengan pengamanan hutan dan diluar kawasan hutan,” ujar Sugiono.

Sugiono Kabid PPW Bappeda Kutim

Sugiono menambahkan, dalam waktu dekat juga diserahkan 40 koloni madu kelulut untuk Desa Saka, Desa Tepian Terap, Desa Sempayau dan Desa Batu Lepoq.

“Untuk kluster dua, kemungkinan bulan juni dimulai pelaksanaannya,” kata ia. (G-S02)

Post Views: 37

Kabar Kutim

Post Views: 6