Joni Berikan Tanggapan terkait Pembangunan Kutim yang Dinilai Lambat

oleh -34 views
14124149 8b5a 4e2b 8619 7229e990e56c

Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki luas wilayah 35.747,50 km². Luas tersebut hampir setara dengan luas Provinsi Jawa Barat yakni 37.040 km².

Meskipun luas, beberapa infrastruktur di Kutim telah dibangun. Bahkan, untuk saat ini melintasi berbagai kecamatan yang ada di Kutim tidak lagi membutuhkan waktu yang lama.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kutim, Joni, saat ditemui awak media beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, diperlukan waktu seminggu lebih melalui jalur darat untukmengelilingi wilayah Kutim yang luas tersebut.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kutim Menghadiri Acara Majelis Ta'lim di Desa Suka Rahmat

Ia juga menambahkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim pada tahun ini hampir mencapai angka Rp10 triliun.

“Kalau orang baru ya tidak tahu Kutim, kita keliling tidak cukup seminggu lewat darat. Anggaran segitu, misalnya Rp 5 triliun yang kita kerja hanya separuhnya aja. Yang lainnya untuk pembayaran gaji,” ujar Joni.

Joni menerangkan, jika Kutim dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang luasnya hampir sama, tentu saja pembangunan di Kutim terlihat masih kurang dan cukup lambat.

Baca Juga :  Atasi Krisis Air Bersih Warga Bengalon Perlukan Sumur Bor

“Bayangkan aja luas Kutim seperti Jawa Barat. Di sana provinsi, ada 18 Kabupaten 9 Kota. Kalau kita kabupaten, dan di sini 18 Kecamatan. Makanya kalau kita berkaca dari situ ya memang pembangunan kita kurang atau melambat. Bangun di sana, di sini lagi yang rusak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, infrastruktur di Jawa sudah banyak dibenahi sejak dulu, sementara di Kutim masih berproses. Apalagi, beberapa jalan yang ada di wilayah Kutim masih penuh dengan lumpur.

Baca Juga :  Camat Bengalon Sambut Hangat Bazar Promosi UMKM Roadshow

“Luar biasa besarnya Kutai Timur ini. Belum tahu di dalamnya kan. Beda dengan di Jawa, infrastruktur sudah semua. Tidak perlu bangun infrastruktur lagi, kalau kita kan masih banyak lumpur,” tambahnya.

“Karena masyarakat tahunya wahhh Kutim tahun ini 9 koma sekian triliun kan. Padahal separuhnya dipake bayar gaji. Belum lagi banyak infrastruktur yang harus dibenahi,” pungkasnya.

Joni berharap, infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur dapat setara dengan Pulau Jawa. Dengan begitu, pembangunan dapat merata di setiap Kecamatan. (bk)