Forum Investasi Daerah 2024, Bupati: Kutim Produsen CPO Terbesar di Provinsi Kaltim

oleh -35 views
448261365 1154446832526591 7552225246838849574 n e1718113305241

Jakarta – Pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan Forum Investasi Daerah Kabupaten Kutim 2024 yang berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jakarta, pada Senin (10/6/2024).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dan para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit yang ada di Kutim.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa daerah Kutai Timur dikenal sebagai wilayah “Magic Land” karena memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus AJKT, Joni Ingatkan Agar Jaga Netralitas Politik

“Tuhan telah menganugerahkan kekayaan alam yang luar biasa kepada Kutim. Wilayah ini memiliki segalanya, mulai dari bentang alam pesisir pantai sepanjang hampir 500 km, memiliki dataran rendah khas Kalimantan hingga pegunungan karst,” ujar Bupati.

Selain itu, Kabupaten Kutim juga memiliki sumber daya alam (SDA) berupa gas dan minyak bumi, batu bara dan emas. Sedangkan di atas permukaan , terdapat keanekaragaman hayati dan flora fauna. Dan yang terutama, sektor petanian, perkebunan dan kehutanan dapat dikembangkan di Kutim.

Baca Juga :  JBI Blackstone Gelar Bakti Sosial dan Berikan Bantuan Korban Kebakaran

Ardiansyah menambahkan, produksi Crude Palm Oil (CPO) pada tahun 2023 mencapai 4,599 juta ton, dan menempati peringkat pertama produksi CPO terbesar di Provinsi Kaltim.

“Dengan luas perkebunan dan produksi sawit dan CPO yang sangat besar, sudah saatnya Kutim melangkah ke depan dengan membangun industri Hilirisasi Perkebunan Kelapa Sawit berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28, Asisten Pemkesra Poniso Bacakan Arahan Menteri Dalam Negeri

Orang nomor satu Kutim itu juga menyampaikan bahwa bahwa produk turunan kelapa sawit sangat terbuka untuk dikembangkan. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar perusahaan swasta yang ada di Kutim dapat ikut berperan aktif dalam mengembangkan industri hilirisasi. (bk)