Bupati Ardiansyah Lantik Pengurus FPK Kutim Periode 2024-2029

oleh -436 views
pak kadir 1280x640 1 e1719314152263

SANGATTA – Setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Halaman Kantor Sekretariat Kabupaten, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, melanjutkan agendanya dengan melantik pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kutai Timur periode 2024-2029. Pelantikan ini berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati, pada Sabtu (01/06/2024).

Bupati Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa FPK merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antara warga masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

“Kita ketahui bersama Indonesia merupakan sebuah negara yang cukup hetrogen, baik dari suku, adat, budaya dan agama. Oleh karenaitu, FPK ini merupakan arena untuk menjalin hubungan erat diantara sesama anak bangsa, yang bisa kita lihat dari susunan pengurus yang masuk dalam organisai FPK. Berasal dari berbagai etnis yang ada di Kutim,” ujar Bupati Ardiansyah.

Baca Juga :  Pengurus PELITA, PERLITA, dan DSK Kutai Timur Resmi Dilantik oleh Ketua Pembina FKUB

Ardiansyah menekankan pentingnya pembauran kebangsaan, mengingat keadaan di tengah masyarakat saat ini yang menunjukkan melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini ditandai dengan mudahnya masyarakat terprovokasi dan termakan isu-isu yang menyesatkan, yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara.

Baca Juga :  Raih Opini WTP, DPRD Kutim akan Bentuk Pansus terkait Rekomendasi BPK

“Oleh karena itu, pembauran kebangsaan harus terus digelorakan dan diperjuangkan secara sungguh- sungguh. Sehingga dapat menekan konflik dan potensi konflik yang terjadi,” tegasnya.

Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa FPK memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dalam kebhinnekaan. Kabupaten Kutai Timur sendiri, sejak zaman dahulu, sudah terbiasa dengan perbedaan suku dan etnis namun tetap dapat berdampingan dengan damai. Ini bukan hanya slogan, tetapi terbukti dalam kehidupan sehari-hari dan dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini.

“Kehadiran FPK sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusifitas ditengah masyarakat yang sangat rentan terhadap konflik. Perlu pembauran antar suku agar fanatisme kesukuan tidak memicu konflik. Sekecil apapun persoalan sosial harus segera terselesaikan agar tidak menjadi besar,” tambahnya.

Baca Juga :  DPPPA Kutim Akan Lakukan Sosialisasi Parenting dan Pendampingan Anak

Di akhir sambutannya, Bupati Ardiansyah mengajak seluruh masyarakat, khususnya pengurus dan anggota FPK yang berjumlah 19 orang, untuk berkomitmen menjalankan tugasnya dalam menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan. Ia menegaskan bahwa FPK harus menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Kutai Timur. (bk)