Asti Mazar Dorong Solusi Kekurangan Tenaga Damkar di Kutim

oleh -1,457 views

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar, menyoroti kekurangan tenaga pegawai di Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kutim yang berdampak pada efektivitas penanganan musibah. Kekurangan pegawai ini menjadi masalah setelah disahkannya peraturan yang menghapus tenaga honorer di instansi pemerintahan.

Asti Mazar mengungkapkan bahwa meskipun alat dan unit pemadam kebakaran tersedia, kekurangan personel dapat menjadi kendala serius saat terjadi musibah. Ia menegaskan perlunya sinergi yang baik antara unit pemadam dan jumlah tenaga yang memadai.

Baca Juga :  Fraksi KIR Sampaikan Beberapa Catatan Penting Terkait KUA dan PPAS APBD 2024

“Kalau untuk personil yang di Kutim harus ada beberapa yang perlu disingronkan, ketika memang terjadi musibah unit tersedia namun persoalannya yang kurang,” ujar Asti Mazar, saat ditemui awak media di Q Hotel, Sangatta, Senin (18/11/2024).

Legislatif dari Partai Golkar ini menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan dinas terkait untuk mencari solusi terhadap masalah kekurangan tenaga kerja ini. Ia berpendapat, masalah ini perlu segera dibahas agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Baca Juga :  Joni Sosialisasikan Perda Tentang KTP dan Penyelengaraan Ketenagakerjaan di Bengalon

“Ini mungkin harus duduk bersama dulu antara DPRD dengan dinas terkait. Kita carikan solusinya, karena kan yang melaksanakan mereka dan kami hanya bisa memfasilitasi,” jelasnya.

Menurut Asti, meskipun peralatan pemadam kebakaran lengkap, tanpa tenaga yang cukup, penanganan musibah tetap menjadi tantangan besar. Ia berharap masalah ini dapat segera ditemukan jalan keluarnya, mengingat saat ini hanya pegawai PPPK dan PNS yang dapat diterima, sementara tenaga honorer masih belum bisa direkrut.

Baca Juga :  Paripurna ke 11, PPP Harap Pemkab Segera Lengkapi Laporan Realisasi APBD

“Kalau hanya yang dibutuhkan PPPK dan PNS tapi honorer belum bisa, kita perlu carikan solusinya. Kecuali ada pengecualian, kan kita tidak tahu,” tutupnya. (bk)