Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Kutim Andalkan Hilirisasi Industri

oleh -14 views

Beritakutim.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah untuk mengejar target pertumbuhan nasional sebesar 6 persen pada tahun 2026. Percepatan realisasi anggaran, peningkatan investasi, hingga pengembangan industri hilirisasi menjadi sejumlah strategi yang akan dioptimalkan.

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kutim pada triwulan pertama 2026 tercatat mencapai 1,7 persen. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengoptimalkan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat hingga akhir tahun.

“Kita kejar pertumbuhan ekonomi itu. Mudah-mudahan di akhir tahun kita bisa mencapai target nasional sebesar 6 persen,” ujar Mahyunadi usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan rilis pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota triwulan II tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian secara daring, Senin (07/09/2026).

Baca Juga :  Polres Kutim Gelar Apel Operasi Ketupat 2022

Wabub Mahyunadi mengakui, pertumbuhan ekonomi Kutim dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada 2024, perekonomian Kutim sempat mencatatkan pertumbuhan di atas 9 persen. Namun, angka tersebut mengalami perlambatan pada 2025 dan berada di kisaran 1,09 persen.

Secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi Kutim dalam beberapa tahun terakhir berada pada angka sekitar 5,5 persen per tahun.

 

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi

Untuk kembali meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kutim menaruh perhatian pada pengembangan sektor investasi dan hilirisasi industri. Salah satu proyek yang diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah adalah pengembangan hilirisasi etanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP).

Baca Juga :  Buka Turnamen Bola Basket Dandim Cup 2022, Ardiansyah : Kita Gelorakan Kegiatan di Semua Bidang

Proyek tersebut bahkan telah memasuki tahapan awal pembangunan melalui kegiatan peletakan batu pertama atau groundbreaking.

Menurut pria berkemata itu, kehadiran investasi strategis dan pengembangan industri hilir diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta pembangunan daerah.

Selain mendorong investasi, Pemkab Kutim juga berencana melibatkan kalangan akademisi dan perguruan tinggi di Kalimantan Timur dalam melakukan kajian terhadap berbagai indikator ekonomi daerah.

Baca Juga :  Angka Kekerasan 2025 Capai 202 Ribu, Kapolres Kutim Dorong Sinergi Lintas Sektor

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi perekonomian Kutim sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan ke depan.

“Pemkab Kutim akan menggandeng akademisi dari perguruan tinggi di Kaltim untuk mengkaji indikator ekonomi secara komprehensif, agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan kombinasi percepatan realisasi anggaran, peningkatan investasi, pengembangan hilirisasi industri, serta penyusunan kebijakan berbasis kajian akademik, Pemkab Kutim optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus bergerak positif dan mendekati target yang telah ditetapkan pemerintah nasional. (ADV) (9)