Cegah Karhutla, Kecamatan Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Bersama Mabes TNI

oleh -9 views
Kecamatan Sangatta Utara, Hasdiah, Sosialisasi Karhutla di Ruang Rapat Kantor Camat Sangatta Utara, Senin (7/9/2026).

Beritakutim.com Sangatta – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Camat Sangatta Utara, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sangatta Utara Hasdiah, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Danramil, Kapolsek Sangatta Utara, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran, unsur penyuluh pertanian, pemerintah desa dan kelurahan, serta kelompok tani se-Kecamatan Sangatta Utara.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Mabes TNI sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.

Sambutannya, Camat Sangatta Utara Hasdiah mengatakan penanganan karhutla di wilayahnya telah dilakukan selama hampir tiga pekan. Pemerintah kecamatan juga telah membuka posko sendiri untuk mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.

Baca Juga :  Hadiri Perayaan 2 Dekade SSC, Kasmidi : Kutim Milik Semua dan Mari Bangun Bersama

“Penanganan karhutla di Kecamatan Sangatta Utara ini sudah berlangsung hampir tiga minggu. Awalnya posko masih mengikuti Posko Induk Kabupaten, namun sekitar satu minggu ini kami sudah membuka posko sendiri di kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan posko tingkat kecamatan dilakukan untuk mendekatkan koordinasi dengan lokasi yang berpotensi mengalami karhutla sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Hasdiah menyebut terdapat sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla, di antaranya kawasan Kenyamukan, Singa Gembara dan Kelurahan Teluk Lingga . Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya titik api.

“Untuk penanganan karhutla di Kecamatan Sangatta Utara ini kita membangun posko dan ada beberapa titik yang selalu kita pantau, yaitu daerah Konyamukan, daerah Singa Gembara dan juga Kelurahan Teluk Lingga ,” jelasnya.

Baca Juga :  Oknum PPPK Tega Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur Sebanyak 19 Kali

Ia juga menyoroti keterlibatan kelompok tani dalam upaya pencegahan karhutla. Menurut Hasdiah, jumlah kelompok tani di Kecamatan Sangatta Utara relatif terbatas karena karakter wilayahnya yang berada di kawasan perkotaan. Meski demikian, sebagian kelompok tani memiliki lahan yang cukup luas sehingga perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran.

Karena itu, Hasdiah meminta kelompok tani bersama para penyuluh pertanian untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam aktivitas pertanian.

Baca Juga :  Musrenbang Kaltim, Bupati Kutim Sampaikan Saran dan Usulan » Berita Kutim » Berita Kutim » Berita Kutim » Berita Kutim » Berita Kutim

“Kami berharap kepada kita semua, masyarakat Sangatta Utara, khususnya kelompok tani dan pendamping kelompok tani yaitu penyuluh, dapat mengimbau dan tidak melakukan pembakaran. Walaupun kita bertani, tapi tidak melakukan pembakaran,” tegasnya.

Ia berharap sosialisasi yang disampaikan narasumber dari Mabes TNI dapat menambah pengetahuan seluruh peserta mengenai langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Hasdiah menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, penyuluh pertanian hingga masyarakat dan kelompok tani.

“Harapan kami seluruh yang hadir pada hari ini bisa mengikuti penyuluhan yang disampaikan dari Mabes TNI untuk kegiatan karhutla dalam rangka pencegahan karhutla di Kecamatan Sangatta Utara,” pungkasnya.(Adv)(Bk)