Wabub Mahyunadi: Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kerukunan Warga Sangatta

oleh -34 views

Beritakutim.com, SANGATTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi di Gedung Posyandu Pasar Induk Sangatta Utara, Minggu (20/09/2026).

Kegiatan tersebut digelar Majelis Ta’lim Albarazanji Bugis Nusantara Kutim, Ikatan Keluarga Masyarakat Parepare (IKMP), serta Majelis Ta’lim Pra Lansia Posyandu Pasar Induk Sangatta Utara.

Wabub Mahyunadi mengatakan, peringatan Maulid tidak sebatas menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pertemuan dalam kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan sosial dan menjaga kebersamaan antarwarga.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Perkuat Sinergi dalam Penurunan Stunting melalui Rapat Koordinasi TPPS

“Dari pertemuan seperti ini, hubungan antarmasyarakat semakin dekat dan bisa saling membantu,” kata Wabub Mahyunadi.

Ia menilai keberagaman tradisi dalam memperingati Maulid merupakan bagian dari kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya tradisi Al Barzanji yang berkembang di kalangan masyarakat Bugis dengan pembacaan riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Bupati Kutim, Pengarusutamaan Gender Jangan Lepas dari Kontekstualnya

Wabub Mahyunadi berharap keberagaman dalam pelaksanaan tradisi keagamaan dapat tetap dijalankan dengan mengedepankan kebersamaan. Perbedaan cara dalam memperingati Maulid, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga sikap saling menghargai dan menghormati. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, terlebih Kutim memiliki masyarakat dengan latar belakang dan tradisi yang beragam.

Baca Juga :  Borneo Ultra Mixed Trail 2024 Resmi Dibuka, Tantang Peserta Menaklukkan Alam IKN Kalimantan Timur

Menurutnya, kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang melibatkan banyak warga juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi. Dari interaksi tersebut, berbagai bentuk kerja sama dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu diisi dengan pembacaan Al Barzanji serta tausiah yang disampaikan Penceramah KH. Tuan Guru Muhammad Ibrahim Syamsi. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diikuti masyarakat serta jamaah majelis ta’lim. (ADV) (9)