PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian

oleh -793 views
Ketua PGRI Kecamatan Sangatta Utara, Tri Agustin Kusumaningrum, M.Pd., Saat Menyampaikan Sambutanya

Beritakutim.com, Sangatta Utara – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sangatta Utara menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Guru yang dirangkaikan dengan Konferensi Cabang (Konfercab), Rabu (1/4/2026), di Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 127 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Sangatta Utara.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Kutai Timur, Yetti Arika Desiviana, S.Pd, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sangatta Utara H. Arafah, S.Hi, M.Pd, serta menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian, hukum, dan psikolog. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat perlindungan profesi guru sekaligus konsolidasi organisasi melalui agenda Konfercab.

Suasana Poto bersama saat kegiatan

Ketua PGRI Kecamatan Sangatta Utara, Tri Agustin Kusumaningrum, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengawali dengan ucapan Idulfitri kepada seluruh peserta yang hadir.

“Masih dalam suasana Syawal, izinkan kami mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat Idulfitri menjadi energi baru bagi kita semua dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Tri Agustin juga menyoroti peran guru sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan. Ia menyebut guru sebagai spesies super yang mampu menjalankan berbagai tugas secara bersamaan, mulai dari mengajar, membimbing siswa, hingga menyelesaikan administrasi.

Namun di balik peran tersebut, ia menegaskan bahwa guru juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari intimidasi, perundungan digital, hingga potensi persoalan hukum.

“Guru sering menghadapi tekanan dari berbagai sisi, baik dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Ada intimidasi dari wali murid, perundungan di media digital, hingga kerentanan hukum saat menjalankan tugas. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita sikapi bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  250 Guru Hadiri Konferensi PGRI Kutim, Dorong Guru Bermutu untuk Daerah Maju

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PGRI Sangatta Utara berupaya memberikan pemahaman kepada para guru terkait pentingnya perlindungan diri, baik secara hukum maupun psikologis. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali guru dengan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan secara bijak.

Adapun fokus utama kegiatan meliputi peningkatan kesadaran guru terhadap hak-hak perlindungan hukum, pembekalan strategi menghadapi persoalan di lingkungan pendidikan, serta membangun sinergi dengan pihak berwenang guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

“PGRI ingin memastikan bahwa guru tidak lagi merasa sendirian dalam menghadapi persoalan. Kita ingin menciptakan rasa aman agar guru dapat mengajar dengan tenang dan maksimal,” tambahnya.

Tri Agustin juga menekankan bahwa perlindungan terhadap guru bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.

“Jika guru dalam kondisi tertekan, maka yang terdampak bukan hanya sekolah, tetapi juga masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, perlindungan guru adalah investasi penting bagi kemajuan pendidikan,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Cabang PGRI Sangatta Utara yang akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Dalam agenda tersebut, akan dilakukan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode berjalan serta pemilihan kepengurusan baru.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif dan penuh tanggung jawab, baik dalam sesi sosialisasi maupun dalam forum organisasi.

“Konfercab ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.

Diketahui

Beritakutim.com, Sangatta Utara – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sangatta Utara menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Guru yang dirangkaikan dengan Konferensi Cabang (Konfercab), Rabu (1/4/2026), di Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Baca Juga :  Deklarasi Dukungan Rewojo, KB-Kinsu Usung Program Beasiswa Tuntas

Kegiatan ini diikuti sebanyak 127 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Sangatta Utara.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Kutai Timur, Yetti Arika Desiviana, S.Pd, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sangatta Utara H. Arafah, S.Hi, M.Pd, serta menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian, hukum, dan psikolog. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat perlindungan profesi guru sekaligus konsolidasi organisasi melalui agenda Konfercab.

Suasana Poto bersama saat kegiatan

Ketua PGRI Kecamatan Sangatta Utara, Tri Agustin Kusumaningrum, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengawali dengan ucapan Idulfitri kepada seluruh peserta yang hadir.

“Masih dalam suasana Syawal, izinkan kami mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat Idulfitri menjadi energi baru bagi kita semua dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Tri Agustin juga menyoroti peran guru sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan. Ia menyebut guru sebagai spesies super yang mampu menjalankan berbagai tugas secara bersamaan, mulai dari mengajar, membimbing siswa, hingga menyelesaikan administrasi.

Namun di balik peran tersebut, ia menegaskan bahwa guru juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari intimidasi, perundungan digital, hingga potensi persoalan hukum.

“Guru sering menghadapi tekanan dari berbagai sisi, baik dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Ada intimidasi dari wali murid, perundungan di media digital, hingga kerentanan hukum saat menjalankan tugas. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita sikapi bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PGRI Sangatta Utara berupaya memberikan pemahaman kepada para guru terkait pentingnya perlindungan diri, baik secara hukum maupun psikologis. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali guru dengan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan secara bijak.

Baca Juga :  Ribuan Warga NTT di Kutim Deklarasikan Dukungan untuk KB-Kinsu

Adapun fokus utama kegiatan meliputi peningkatan kesadaran guru terhadap hak-hak perlindungan hukum, pembekalan strategi menghadapi persoalan di lingkungan pendidikan, serta membangun sinergi dengan pihak berwenang guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

“PGRI ingin memastikan bahwa guru tidak lagi merasa sendirian dalam menghadapi persoalan. Kita ingin menciptakan rasa aman agar guru dapat mengajar dengan tenang dan maksimal,” tambahnya.

Tri Agustin juga menekankan bahwa perlindungan terhadap guru bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.

“Jika guru dalam kondisi tertekan, maka yang terdampak bukan hanya sekolah, tetapi juga masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, perlindungan guru adalah investasi penting bagi kemajuan pendidikan,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Cabang PGRI Sangatta Utara yang akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Dalam agenda tersebut, akan dilakukan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode berjalan serta pemilihan kepengurusan baru.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif dan penuh tanggung jawab, baik dalam sesi sosialisasi maupun dalam forum organisasi.

“Konfercab ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.

Diketahui, Pengurus harian terpilih PGRI Cabang Sangatta Utara masa bakti XXIII periode 2025-2030

Ketua = H. Arafah, S.Hi., M.Pd
Wakil ketua = Syahrani, M.Pd
Wakil ketua = Abdul Rahman Rauf, S.Pd
Sekretaris = Wahyu Pramono, S.Kom
Bendahara = Eviliana Pakpahan, S.Pd

(BK 2)