Pemkab Kutim Mengadakan Workshop Seni Tari Pesisir dan Pedalaman

oleh -1,028 views

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengadakan Workshop Seni Tari Pesisir dan Pedalaman di Hotel Royal Victoria Sangatta dan diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari sekolah, sanggar tari, dan pelaku seni di Kutim.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa workshop seni tari merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan kebudayaan dan untuk menjaga nilai-nilai seni serta tradisi yang diwariskan oleh leluhur bangsa, khususnya seni tari khas daerah.

Baca Juga :  PD Muhammadiyah Persiapkan Beberapa Lokasi Untuk Shalat Idul Fitri 1444 H

“Seni tari ini berasal dari pesisir maupun pedalaman Kalimantan, dan masuk dalam 17 sektor ekonomi kreatif yang akan terus kita kembangkan,” ujar Nurullah.

Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari mulai dari tanggal 11 hingga 16 Mei 2023. Acara tersebut menghadirkan narasumber terkenal, Hariansyah, yang juga merupakan pendiri Gubang Seni Tari Musik di Kutai Kartanegara. Nurullah menjelaskan bahwa ini merupakan upaya regenerasi dalam bidang budaya seni tari tradisional, karena tari tradisional memiliki peran penting dalam menggambarkan budaya dan menghormati leluhur.

Baca Juga :  Kasmidi Bulang Serap Aspirasi Masyarakat Dalam Safari Ramadhan 1445 H di Kecamatan Muara Bengkal

“Di setiap acara seni tari, kami juga akan menampilkan tarian-tarian ini, oleh karena itu kami sengaja mengundang pelaku seni dari daerah tujuan wisata, termasuk dari pulau Miang. Ini juga merupakan persiapan jika Kutim ikut serta dalam acara berskala nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Baca Juga :  155 Peserta dari Berbagai Sekolah di Kutim Ikuti Seleksi Calon Paskibraka 2024

Sementara itu, Hariansyah, pendiri Gubang Seni Tari Musik, mengungkapkan rasa kagetnya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat Kutai Timur, terutama kalangan anak muda, dalam mengikuti kegiatan workshop ini.

Menurutnya, keberlanjutan budaya tradisional, khususnya seni pertunjukan tari, merupakan tanggung jawab generasi muda. Ia merasa bangga melihat masih ada anak muda yang memiliki empati dan rasa hormat terhadap warisan budaya serta seni pertunjukan tari tradisional.(bk)