Upaya DTPHP Kutai Timur untuk Pemenuhan Kebutuhan Sapi

oleh -878 views

Sangatta – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dyah Ratnaningrum, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kutim. Ia mengatakan bahwa setiap tahunnya, Kutim membutuhkan sekitar 5.000 ekor sapi untuk disembelih guna memenuhi kebutuhan daging sapi lokal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dyah Ratnaningrum saat ditemui awak media di Hotel Royal Victoria, Teluk Lingga, Kutim, pada Kamis (16/05/2024).

Baca Juga :  Komunitas Trail Sangatta Latihan Bersama Bupati Soppeng

Dyah menekankan pentingnya meningkatkan populasi sapi untuk memenuhi kebutuhan lokal tanpa mengurangi populasi yang ada, serta menjaga keseimbangan dan keberlanjutan sektor peternakan di Kutim.

“Secara teori, hanya 10 persen dari populasi sapi yang boleh dipotong, agar tidak menggerus dan menghabiskan populasi yang ada,” ujar Dyah.

Ia menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan 5.000 sapi per tahun, Kutim memerlukan populasi sapi sebanyak 50.000 ekor. Saat ini, Kutim baru memiliki 15.000 ekor sapi, sehingga diperlukan strategi jangka panjang untuk mencapai target tersebut.

Baca Juga :  Masyarakat Suku Dayak Kenyah di Desa Rindang Benua Mengadakn Pesta Budaya Bengen Lepek Mejeu

“Kita membreakdown target selama 10 tahun, sehingga setiap tahunnya kita harus menambah populasi sebanyak 3.500 ekor sapi,” ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, ia menyebutkan bahwa 2.000 ekor sapi per tahun akan dihasilkan melalui intensifikasi kawin alam dan inseminasi buatan. Mengingat populasi sapi saat ini yang berjumlah 15.000 ekor, Dyah optimis target yang telah ditentukan bisa tercapai.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kutai Timur Resmi Tutup Gelaran Open Tournament PBVSI

“Saya yakin target 2.000 ekor bisa tercapai, karena dari populasi tersebut, betina produktif yang terdaftar sekarang berjumlah kurang lebih 4.000 ekor,” pungkasnya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi di Kutim secara berkelanjutan, sehingga kebutuhan daging sapi lokal dapat terpenuhi tanpa mengurangi populasi yang ada. (bk)