Pertahankan Predikat Desa Layak Anak, Suwargabara Perkuat Fasilitas Anak hingga Tingkat RT

oleh -13 views
Kepala Desa Swargabara, Wahyuddin Usman Saat ditemui oleh awak media diruang kerjanya.

Beritakutim.com Sangatta – Pemerintah Desa Suwargabara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus berupaya mempertahankan predikat Desa Layak Anak yang sebelumnya berhasil diraih.

Kepala Desa Suwargabara, Wahyuddin Usman mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan fasilitas yang dapat mendukung aktivitas dan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, fasilitas untuk anak tidak hanya dibangun di tingkat desa, tetapi mulai didorong hingga lingkungan RT. Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan berbagai program yang tersedia di desa.

Baca Juga :  Dispar Kutim Optimistis Lom Plai Lolos Kurasi Kemenparekraf 2026

“Ketika mampu menyediakan fasilitas umum untuk kegiatan anak-anak, itu menjadi salah satu persyaratan Desa Layak Anak. Kami kemudian mengadopsinya sampai ke tingkat RT,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media di ruang kerjanya (16/09/2026).

Dalam realisasinya, sejumlah RT telah mengusulkan pengadaan permainan anak sebagai bagian dari fasilitas pendukung di lingkungan masyarakat.

Ia mengatakan, mempertahankan predikat Desa Layak Anak tidak mudah. Jika untuk mendapatkan predikat terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, maka mempertahankannya membutuhkan komitmen dan konsistensi secara berkelanjutan.

Baca Juga :  KORPRI Kutim Perkuat Pendampingan Hukum ASN Hingga ke Kecamatan

“Mempertahankannya memang agak sulit. Lebih mudah mendapatkan, karena ada persyaratan yang diurus dan dilengkapi. Tetapi mempertahankannya membutuhkan kerja yang terus-menerus,” jelasnya.

Selain fasilitas anak, pemerintah desa juga memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga.

Baca Juga :  Forum Investasi Daerah 2024, Bupati: Kutim Produsen CPO Terbesar di Provinsi Kaltim

Salah satunya melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berada di bawah naungan desa. Setiap tahun, pemerintah desa memberikan dukungan agar anak-anak dapat mengikuti berbagai kompetisi.

Menurutnya, pembinaan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga mengarahkan anak-anak agar mengisi waktu dengan kegiatan yang positif.

“Harapannya selain prestasi, kami bisa mengajak anak-anak melakukan kegiatan positif. Orang tua juga lebih mudah mengontrol karena kegiatan mereka jelas,” katanya.(Adv/Bk4)