Pengrajin Batik dan UMKM Kutim Diharapkan Melek Digitalisasi

oleh -27 Dilihat
IMG 20220414 214818

BERITA KUTIM. Jakarta – Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2022 digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 13 hingga 17 April 2022 merupakan acara tahunan nasional yang diinisiasi oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini diharapkan menjadi spirit pelaku fashion untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Indonesia Fashion Week (IFW) 2022 diharapkan bisa membawa spirit baru untuk mengajak para pelaku UMKM bangkit bersama setelah hampir 2 tahun berada dalam keterbatasan karena pandemi telah melumpuhkan semua sektor termasuk industri fashion.

Untitled-1

Oleh karena itu dengan adanya ajang IFW 2022 ini Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pariwisata menyia-nyiakan untuk memperkenalkan kerajinan khas Kutai ke dunia nasional dan mempromosikan potensi pariwisata lewat dunia fashion agar bisa membawa perbaikan dalam pertumbuhan ekonomi khususnya untuk UMKM dan kepariwisataan.

Baca Juga :  Rekontruksi Pembunuhan Di PT HAL Sangkulirang, Jelas Pelaku Suami Istri Sudah Merencanakan Habisi Nyawa Kontraktor

Ditemui saat usai gelaran fashion show Kutim di JCC, Rabu (13/4/2022), Sekretaris Dinas Pariwisata Kutim, Satriani mengatakan dalam pagelaran fashion show ini pihaknya menggandeng desainer Lia Afif untuk memperkenalkan koleksi batik wakaroros dengan pewarnaan alam menggunakan serbuk kayu Ulin.

Baca Juga :  Kejurda di Kukar, PRSI Kutim Optimis Raih Medali

Pengrajin Batik dan UMKM Kutim Diharapkan Melek Digitalisasi

Bicara mengenai peran wanita di era disrupsi digital, dirinya mengatakan digitalisasi sangat membantu sekali dalam kehidupan. Dirinya mencontohkan segala sesuatu ia ketahui belajarnya dari digital.

“Ambil contoh motif batik tampil di IFW 2022 merupakan desain karya Saya. Ide itu keluar setelah melakukan pencarian di dunia maya,” ujarnya.

Baca Juga :  Sukses Adakan Bukber, AJKT Eratkan Silaturahmi Dengan Mitra Kerja

Melalui digitalisasi, dirinya bisa belajar banyak hal, salah satunya dalam membuat desain. “Disini Saya lagi harus mencontoh tapi harus membuat,” pungkasnya.

Terakhir dirinya mengatakan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM wanita di agar melek digital agar produk-produk mereka dapat laku keras melalui pemasaran secara digital. (*).