Pemkab Kutim Adakan Program PKK di LPK/LPK Bina Karya Education

oleh -1,275 views

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenbudristek) mengadakan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang berlangsung di LPK/LKP Bina Karya Education (BKE), Jalan Apt Pranoto, Sangatta, Rabu (26/6/2024).

Progam ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kutim, antara lain Kaubun, Sangkulirang, Kaliorang, Bengalon, dan Sangatta.

Dalam sambutannya, Kepala LPK/LKP BKE, Heri, mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat dalam memasuki dunia kerja.

Baca Juga :  PBFI Kutim Menggelar Open Turnamen Gulat Tangan

“Kami berharap paling tidak dalam waktu satu bulan ini, peserta dapat memperoleh pekerjaan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan memiliki kesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Usai mengikuti pelatihan, lanjut Heri, para peserta akan mendapatkan sertifikat dan berkesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra LPK/LKP BKE. Ia berharap, program ini dapat membantu para peserta untuk segera mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  DPRD Kutai Timur Mendorong Penarikan Retribusi dan Pajak di Pasar Induk Sangatta

“Kami berharap program ini dapat membantu para peserta untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Roma Malau, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas adanya program PKK ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan program PKK yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan. Program ini sangat membantu dalam meningkatkan potensi bagi anak-anak di Kutim,” katanya.

Baca Juga :  Fraksi PPP Sampaikan Pemandangan Umum Fraksi terhadap Dua Raperda pada Rapat Paripurna ke-23

Roma Malau juga menegaskan komitmennya untuk mendukung para peserta program agar dapat magang di perusahaan setelah menyelesaikan pelatihan.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan adanya program ini, kita dapat secara otomatis mengurangi angka pengangguran yang ada,” pungkasnya. (bk)