Kunjungi Tempat Budidaya Maggot di Sleman, Joni: Solusi Masalah Sampah Organkik

oleh -475 views
19952607 5194 4892 a2f5 3b03ec6d350d

Sangatta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni, bersama rombongan dari Rapat Koordinasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) Kutim, melakukan kunjungan ke tempat Budidaya Maggot di Jalan Ketingan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Joni mengungkapkan bahwa peluang dalam budidaya maggot cukup bagus untuk dikembangkan, terutama karena memanfaatkan sampah organik sebagai makanan maggot dan kotoran maggot yang bisa dijadikan pakan ternak.

Baca Juga :  Arang Jau Berharap Lom Plai Tahun Depan Bisa Lebih Sempurna Lagi

“Dari maggot itu bisa dijadikan pakan ternak. Kemarin pas di sana itu, kami melihat ternak bebek yang diberikan pakan dari hasil maggot itu,” ujar Joni saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/05/2024).

Baca Juga :  Joni Berikan Dukungan Terhadap Program Jebol Adminduk

Joni menyebutkan bahwa di Kutim sudah ada yang mengembangkan budidaya maggot, namun skalanya belum sebesar yang ada di Sleman.

c962efd9 6e76 47a5 b4db d7b02fb31cc9
Suasana saat kunjungi peternakan maggot di Yogyakarta.

Ia menambahkan, budidaya maggot ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah sampah organik sekaligus mendukung peternakan di Kutim dengan menyediakan pakan ternak alternatif yang ekonomis dan berkelanjutan.

“Dengan adanya kunjungan ke sana, dinas terkait yang ikut berkunjung bisa pelan-pelan menerapkan hal itu. Karena bahan makanan maggot ini mudah dicari, artinya memanfaatkan sampah organik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Apresiasi kegiatan Donor Darah Digelar Kejari Kutim

Lebih lanjut, Joni juga menuturkan bahwa pihaknya sempat menerima usulan aspirasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim terkait pembuatan rumah maggot.

“Kemarin ada yang mengusulkan untuk pembuatan rumah Maggot ini. Mudah-mudahan nantinya bisa terealisasi di Kutim,” pungkasnya. (bk)