Kirab Budaya Meriahkan Peringatan HUT Kutai Timur ke-24

oleh -585 views
395573813 1028828001755142 2180559979274486039 n

Sangatta – Pawai Kirab Budaya telah menjadi salah satu acara yang dinanti setiap tahun oleh masyarakat, terutama dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dalam perayaan HUT Kutim ke-24 kali ini, Kirab Budaya kembali digelar dengan peserta dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, instansi vertikal, organisasi masyarakat, perusahaan, Kecamatan, sekolah, dan paguyuban di Kutim.

Acara ini mempersembahkan keanekaragaman kostum unik dan pertunjukkan yang memukau dari para peserta, menambah meriahnya perayaan HUT Kutim.

Baca Juga :  Joni Imbau Masyarakat untuk Tidak Melakukan Pembakaran Hutan dan Lahan

Pada Sabtu (22/10/2023) pagi, Bupati Ardiasnsyah Sulaiman secara resmi melepas ratusan peserta Kirab Budaya yang terbagi dalam 45 regu, di Jalan Margo Santoso. Turut hadir dalam kesempatan ini adalah Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Wakil Ketua DPRD II Arfan, serta beberapa pejabat Pemkab Kutim.

Sebelum pelepasan, Bupati Ardiasnsyah Sulaiman menyatakan bahwa kegiatan ini, yang juga sekaligus menjadi launching Jingle Magic Land Kutai Timur, merupakan wadah untuk memunculkan ide dan kreativitas, memberikan peluang kepada masyarakat untuk terus berkarya.

Baca Juga :  Fraksi AKB Sampaikan Pemandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Kutim TA 2024

“Acara ini menjadi bukti keberagaman budaya masyarakat Kutai Timur yang hidup berdampingan dengan damai dan rukun,” ungkapnya.

Rute Kirab Budaya dimulai dari Jalan Yos Sudarso, melalui Jalan Karya Etam, dan berakhir di Halaman Kantor Camat Sangatta Utara di Jalan Sudirman. Penilaian dalam Kirab Budaya kali ini dilakukan berdasarkan keunikan serta keserasian penampilan para peserta yang dipentaskan di panggung kehormatan di Halaman Bank Danamon di Jalan Yos Sudarso 2.

Baca Juga :  Warga SP3 di KM 102 Desa Tepian Indah Mengadu kepada Ketua DPRD Kutim Terkait Belum Mendapatkan Aliran Listrik

Acara ini tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga menjadi ajang untuk mengapresiasi dan menampilkan kekayaan budaya serta harmoni yang ada di tengah masyarakat Kutai Timur. (bk)