Investor Cina Tertarik dengan Produksi Ikan Asin Air Tawar di Kutim

oleh -611 views
5 1

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur ternyata memiliki daya tarik komoditas ikan asin air tawar yang diminati oleh negara Cina dengan jumlah yang cukup besar.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa saat mengikuti kegiatan Business Matching di Jakarta, ia bertemu dengan mitra penjualan ikan asin air tawar dari Kutai Timur di Bekasi. Menurutnya, investor Cina tertarik untuk membeli dan akan memasarkannya kembali di negaranya sebanyak 7 ton per bulan.

“Rinciannya ikan asin sepat siam 5 ton dan ikan asin haruan atau ikan gabus sebanyak 2 ton. Investor menyampaikan minat ini saat mengikuti Business Matching di Jakarta pada bulan September 2023 lalu,” ujar Bupati Kutai Timur.

Baca Juga :  Bupati Kutim: Lewat Pasar Pangan Murah, Pemkab Kutim Sukses Kendalikan Ketahanan Pangan Hingga 32 Persen

Investor Cina tertarik dengan ikan asin air tawar Kutai Timur karena kaya akan kandungan vitamin A. Di Kutai Timur, dua kecamatan, yaitu Muara Ancalong dan Muara Bengkal, merupakan penghasil ikan asin air tawar.

“Sentranya ikan asin air tawar di Kecamatan Muara Bengkal tepatnya di Desa Senambah, kalau Kecamatan Muara Ancalong di Desa Mulupan,” tambahnya.

Kepala Desa Senambah, Ahmad Lamu, juga membenarkan bahwa ikan asin air tawar menjadi produk unggulan di desanya. Ia menyebutkan bahwa bahan baku ikan asin air tawar di Desa Senambah berasal dari berbagai jenis ikan seperti ikan sepat siam, ikan gabus (haruan), ikan biawan, dan ikan tomang.

Baca Juga :  DPRD Kutim Minta Bapenda untuk Lakukan Pemutakhiran Data Terkait Adanya Pajak yang Belum Dibayarkan

“Ikan asin kami banyak jenisnya, ada ikan sepat siam, ikan gabus atau ikan haruan, ikan biawan, dan ikan tomang,” kata Ahmad Lamu.

Desa Senambah siap memenuhi pasar dunia jika diperlukan, karena pada musimnya produksi ikan asin air tawar bisa mencapai puluhan ton. Hasil produksi ikan asin air tawar dari Desa Senambah telah dikirim ke Cirebon dan Bekasi dengan harga Rp 90 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Kolaborasi Efisien Disdukcapil Kutai Timur: Penyelesaian Isu Blangko KTP

Kepala Desa Mulupan, Iriansyah, juga menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Tiongkok. Saat musim tiba, Desa Mulupan mampu memproduksi ikan asin air tawar sebanyak 30 ton, sedangkan pada musim nonproduksi mencapai 10 ton.

“Kami jual ke Banjarmasin, dan di Desa Mulupan ini memang 100 persen warganya usahanya ikan asin,” ungkap Iriansyah. (bk)