Hadiri O2SN, Faizal Rachman: Ajang Asah Talenta Muda Kutim

oleh -429 views
a4695765 f1fb 4738 90c9 bf6956610116

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman menghadiri Olimpiade Olahraga dan Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP se-Kabupaten Kutim yang berlangsung di GOR Kudungga, Kamis (13/6/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Faizal Rachman memberikan apresiasi atas terselenggaranya event tersebut. Menurutnya, olimpiade ini merupakan kegiatan yang positif dan wajib menjadi agenda rutin. Selain itu, olimpiade ini juga dapat meningkatkan kemampuan dan mengasah bakat para peserta yang merupakan talenta muda Kutim.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Turut Hadir Menyambut Kedatangan 171 Jemaah Haji di Masjid Agung Al Faruq

“Tentunya, kami akan mendorong kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Dengan begitu, para talenta muda Kutim di bidang olahraga dapat diasah,” ujarnya.

Namun, Faizal juga menyayangkan beberapa sekolah yang tidak ikut berpartisipasi dalam O2SN ini, padahal event seperti ini sangat penting bagi perkembangan olahraga yang ada di Kutim.

“Kami harapkan, sekolah berperan aktif dalam menciptakan atlet muda Kutim. Sebab, jika program pembinaan atlet muda dijalankan seluruh sekolah di Kutim, maka masa depan kita di bidang olahraga akan cerah,” tuturnya.

Baca Juga :  HKN Ke-58, Joni Mengajak Masyarakat Tetap Jaga Kesehatan dan Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Faizal Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutim, mendorong agar ada pembinaan usia dini atlet-atlet lokal pada cabang olahraga (Cabor) pencak silat. Menurutnya, Kutim memiliki banyak sumber daya manusia yang tidak kalah dengan daerah lain, oleh karena itu dirinya kurang setuju jika harus mendatangkan pemain luar saat ada event tingkat provisnsi maupun nasional.

Baca Juga :  Jimmi, Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Terkait Bahaya Kebakaran

“Kami tidak memanggil atlet dari luar bila ada event tingkat provinsi maupun Nasional. Kami menciptakan atlet asli Kutim yang tak kalah dengan daerah lain,” jelasnya.

Dirinya menerangkan, pihaknya selalu menerapkan Training Center (TC) sebanyak dua minggu atau sebulan sekali sebelum melaksanakan pertandingan. Selain untuk mengasah para atlet sebelum bertanding, hal itu juga dapat meningkatkan kemampuan para atlet.

“Hasilnya, Kutim cukup diperhitungkan setiap ada kompetisi di tingkat provinsi,” pungkasnya. (bk)