Diskominfo Staper Kutim Gelar Bimtek untuk Operator Call Center 112

oleh -445 views
445174903 1147097896594818 1038672011422779875 n

Yogyakarta – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Management Handling Panggilan Kegawatdaruratan dan Peningkatan Softskill Operator Call Center 112 Kabupaten Kutai Timur di Hotel Khas Tugu, Yogyakarta, Rabu (29/5/2024).

Acara ini dibuka oleh Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian yang didampingi oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan Kehumasan, Lisa Komentin. Bimtek yang diikuti para Operator Layanan Call Center 112 Diskominfo Staper Kutim ini akan digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 29 dan 30 Mei 2024.

Baca Juga :  Puluhan Rider Ikut Berpartisipasi dalam Trail Game Championship Arkazac 3

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian mengatakan, Bimtek ini sangat penting untuk diikuti oleh para operator, karena mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan call center 112.

Menurutnya, selama ini terkadang mengalami kendala dalam menyampaikan laporan. Selain itu, mereka juga kurang memahami maksud dari penyampaian informasi tersebut.

“Maka, dengan dengan adanya Bimtek ini akan membuka wawasan teman-teman di lapangan atau teman-teman yang sebagai operator 112,” ujarnya.

Baca Juga :  Siang Geah Tekankan Pentingnya Penguatan Struktur Ekonomi

Dengan begitu, lanjut Ronny, mereka dapat memahami dan menangkap isi pesan yang disampaikan oleh masyarakat dengan mudah. Terlebih lagi informasi terkait kegawatdaruratan, seperti kebakaran, kecelakaan, perkelahian dan kejadian lainnya.

“Dengan begitu laporan itu bisa disampaikan secara cepat dan tepat. Sehingga dapat dilakukan penindakan oleh instansi terkait, misalnya pihak Rumah Sakit, BPBD, Kepolisian dan organisasi terkait lainnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Titik Keempat, Pantai Sekerat Menjadi Pusat Kegiatan Bazar UMKM Pemkab Kutim

Ia berharap, Bimtek ini dapat menambah ilmu dan pengetahuan bagi operator layanan call center 112, terutama tentang apa yang harus dilakukan jika ada sebuah kejadian.

Ronny menambahkan, layanan call center 112 di Kutim masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi kepada masyarakat sangat diperlukan.

“Sebab, layanan call center 112 Kutim baru berusia sekitar 2 tahunan sejak pertama kali launching pada Desember 2021 lalu,” pungkasnya. (Bk)