Dinas Ketahanan Pangan Kutim: Panen Benih Padi Diharapkan Menjadi Solusi Swasembada Pangan di Kutim

oleh -907 views

Kutai Timur – Dinas Pertanian Kutai Timur (Disper) berinisiatif menyelenggarakan panen benih padi di Kecamatan Sangatta Selatan yang berhasil menghasilkan sekitar 4,8 ton benih. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi bagi para petani di wilayah Kutai Timur yang sering mengalami kekurangan benih di musim tanam.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Bennie Hermawan, saat mengikuti kegiatan Panen Benih Padi Sawah yang digagas oleh Disper Kutim melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan dengan Penangkar Benih Padi Umbut Aren, Sangatta Selatan, Senin (22/04/2024).

Baca Juga :  Ramadhani Mendesak Pemkab Kutim Segera Bangun Ruang Kelas di SDN 001 Kecamatan Kongbeng

Dirinya mengungkapkan bahwa inisiatif ini dilakukan sebagai respon terhadap kelangkaan benih yang sering terjadi.

“Pada saat musim tanam, benih sering kali tidak tersedia dan pengiriman dari pusat kurang memadai,” ujar Bennie dalam wawancara.

Baca Juga :  Hj Mulyana Resmi Dilantik, Asti Mazar Berharap Aspirasi Perempuan di Kutim Dapat Lebih Didengar

Menurut Bennie, kekurangan benih yang dialami petani di Kutai Timur menjadi perhatian serius, terutama saat mendekati masa tanam.

“Dengan adanya panen benih ini, kami berharap dapat menjadi solusi juga untuk kecamatan lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bennie menekankan pentingnya upaya ini dalam mendukung ketahanan pangan lokal.

“Kami sangat mendukung ketahanan pangan kita. Dengan harga beras yang mulai naik, serta naiknya harga bahan pokok lainnya, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi swasembada pangan kita untuk 3-6 bulan kedepan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pesta Panen Raya, Wabup Ungkap Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Padi

Ia berharap bahwa panen benih ini tidak hanya mengatasi kekurangan benih, tetapi juga membantu meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut, yang pada akhirnya dapat memastikan ketersediaan pangan yang lebih stabil untuk penduduk Kutai Timur. (bk)