Di High Level Meeting TPID Kaltim, Ini Beberapa Catatan Penting Disampaikan Bupati

oleh -42 Dilihat
IMG 7493 1200x675 1 scaled 1

BERITA KUTIM. Samarinda –  Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri High Level Meeting (Pertemuan Tingkat Tinggi) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), digelar Pemerintah Provinsi Kaltim menyampaikan beberapa hal sebagai catatan agar terjadi inflasi di Kaltim.

Ardiansyah mengatakan, jalur distribusi (jalan darat) mestilah diperbaiki dan ditingkatkan. Sebab apabila kendaraan logistik yang memuat pangan tersendat dijalan, maka menutup kemungkinan biaya distribusi barang juga ikut naik.

Untitled-1

Disamping itu, sambung Ardiansyah, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) harus diperhatikan. Sebab, apabila terjadi kelangkaan menjadi kendala tersendiri. Akhirnya, menyebabkan lambatnya waktu distribusi, karena kendaraan mesti mengantre BBM cukup panjang.

Baca Juga :  Usai Meninjau, Anggota DPRD Kutim Harapkan Ponpes Daarus Sholah Terbangun Kembali

“Jalur transportasi (darat) nya yang mungkin nanti menghambat. Barangkali kalau bapak ibu datang ke Sangatta (dulu) bisa 3,5 jam. Tapi sekarang bisa 6 sampai 7 jam baru sampai. Nah (masalah) ini bisa mempengaruhi kelancaran pasokan. Kedua bisa mempengaruhi harga di tingkat massa. Belum lagi masuk ke (wilayah) pedalaman-pedalaman,” sebut Ardiansyah, di Ruang Ruhui, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (19/4/2022).

Selanjutnya sebagai bentuk upaya Pemkab untuk menjaga tak terjadi inflasi, Bupati sudah mengeluarkan edaran agar seluruh pegawai membeli dan mengonsumsi beras lokal.

Baca Juga :  Pemkab Ingin Kembangkan Industri Hilir Sawit

“Alhamdulillah sudah menggunakan (beras lokal) itu sejak tahun yang lalu. Kemudian dibantu oleh koperasi, TP PKK juga BUMDes yang mengelola beras petani itu. Untuk dipasok di beberapa tempat,” ujarnya.

Berikutnya lagi, Ardiansyah mendorong peningkatkan produksi daging ayam kampung lokal. Sebab, di sudah ada Pusat Pembibitan Unggas Lokal (Breeding Farm) yang diinisiasi oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk pengembangan ternak ayam di Kutim.
Ia berharap hal tersebut dapat menjadi indikator untuk ketersediaan daging ayam kampung.

Kemudian Pemkab juga tengah mendorong percepatan operasional Kawasan Khusus (KEK) dan Pelabuhan Internasional di Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Tujuannya jelas demi pengembangan hilirisasi produk dari turunan hasil perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga :  Sebanyak 32 Enumerator Ikut TOT Pendataan Lengkap SIDT-KUMKM » Berita Kutim

Dalam acara tersebut Bupati Ardiansyah Sulaiman, turut didampingi Kadisperindag Zaini, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Awang Amir Yusuf, Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan Basuki Isnawan serta Kabag Ekonomi Setkab Abas.