Cari Referensi Raperda Pengarustamaan Gender, Pansus DPRD Kutim Lakukan Kunker ke Makassar

oleh -390 views
a112eec1 8401 41f3 a554 250ef42e991d

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan, menyampaikan bahwa tim Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengarustamaan Gender baru-baru ini telah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Yan mengatakan, Pansus melakukan kunjungan kerja tersebut bersama mitra kerja DPRD Kutim, dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dan referensi terkait Perda serupa yang telah diterapkan terlebih dahulu di Kota Makassar.

Baca Juga :  Joni Harap Deklarasi Damai Jadi Pegangan Calon Kades Dalam Pilkades Serentak

“Diantara masukan yang kami terima, yakni terkait pentingnya penekanan dalam penggunaan APBD di dalam kegiatan dan program yang akan dilaksanakan, agar tidak ada kesenjangan antara laki-laki dan perempuan,” ujar Yan.

Selama kunjungan tersebut, dirinya mengaku bahwa Pansus DPRD Kutim bersama DPPPA Kutim mendapatkan banyak informasi mengenai Perda Pengarustamaan Gender. Menurutnya, hal ini dapat menjadi rujukan apabila Raperda tersebut sudah disahkan menjadi Perda.

Baca Juga :  Faizal Rachman, Anggaran Tidak Terserap Maksimal Dikarenakan Lambatnya Pengadaan Barang dan Jasa

Lebih lanjut, Yan mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terkait Raperda Pengarustamaan Gender di Kecamatan Sangkulirang belum lama ini.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Kutim dapat menjadikan Perda tersebut sebagai rujukan dalam pelaksanaan pembangunan. Yan juga meminta agar pemerintah dan perusahaan swasta tidak lagi membeda-bedakan para pegawainya hanya berdasarkan gender mereka.

Baca Juga :  Abdi Firdaus Akan Lakukan Kunjungan ke Kampung Melawan Desa Persiapan Pinang Raya

“Raperda ini tidak hanya berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada kaum perempuan, namun juga memberikan payung hukum untuk kesetaraan antara laki-laki dan perempuan,” pungkasnya. (bk)