Ajarkan Anak Berpikir Secara Ilmiah, Festival Sience Fair di Ikuti 75 Siswa

oleh -233 views
IMG 20230212 WA0033

SANGATTA – Saat akhir pekan sebagian orang biasanya menghabiskan waktu bersama orang terdekat maupun keluarga, namun tidak demikian bagi Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. Sederet kegiatan sudah menanti orang nomor satu di Kabupaten ini.

Bertempat di kawasan Town Hall Swarga Bara, Bupati menghadiri sekaligus membuka gelaran Festival Sience Fair Tahun 2023 garapan Yayasan Khalifah Cahaya Umat yang ditandai dengan pemotongan pita, pada Minggu (12/02/2023) pagi.

Baca Juga :  Tanggapan Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kutim Terhadap KUA dan PPAS 2023

Pada kesempatan itu Ardiansyah memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang bertujuan untuk mengasah serta menumbuhkan kreativitas dan minat belajar anak.

“Apalagi konsepnya ini Sience (ilmu pengetahuan) dan saya kira apapun yang diberikan kepada anak yang bersifat membangun, ini sangat baik,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga memberikan acungan jempol kepada pihak panitia karena mampu mengkolaboraaikan kegiatan ini dengan menggandeng para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung selama sehari ini.

Baca Juga :  Rizky Amalia Gelar Reses di Kecamatan Sangkulirang

“Saya lihat ini (Science Fair) bisa dijadikan agenda rutin, saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk bisa berkoordinasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Terakhir, dirinya berharap melalui kegiatan ini selain untuk mengasah kreativitas juga untuk memberikan kesempatan bagi para anak untuk berkarya. Dan sebagai orang tua sudah selayaknya terus memberikan dukungan kepada anak agar terus berprestasi.

Baca Juga :  Gelar Rapat, Bupati Kutim Pastikan Stok Pangan dan Bahan Pokok Penting Lainnya Aman

Sebelumnya Ketua Yayasan Khalifah Cahaya Umat Nurul Karim mengatakan, Science Fair tahun 2023 ini diikuti sebanyak 75 siswa tingkat dasar yang dirangkai dengan lomba melukis yang diikuti sebanyak 120 peserta dengan kategori umur 3 hingga 6 tahun.

“Selain untuk mengajarkan anak untuk belajar berfikir secara ilmiah juga diharapkan dengan kegiatan ini mampu mengembangkan sikap kritis terhadap lingkungan serta peristiwa-peristiwa sekitar, ” ujarnya. (G-S08)