PAD Desa Swargabara Masih Minim, Pemdes Bidik Potensi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

oleh -974 views
Kepala Desa Swargabara, Wahyudin Usman diruang kerjanya

Beritakuti.com Sangatta – Pendapatan Asli Desa (PADes) Swargabara saat ini masih tergolong minim. Pemerintah Desa Swargabara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, pun mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk mengembangkan potensi ekonomi desa.

Kepala Desa Swargabara, Wahyudin Usman, mengatakan pemerintah desa saat ini lebih memprioritaskan program pembinaan masyarakat guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga.

“Kalau kita berbicara PAD, sekarang itu sangat minim. Kita lebih banyak proses pembinaan untuk mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” kata Wahyudin saat ditemui di ruang kerjanya (11/09/2026).

Baca Juga :  Seluruh Guru di Kutim Ditargetkan Bergelar Sarjana pada 2026

Sejumlah program yang telah dilakukan antara lain pemberian bantuan bibit, pupuk, serta program ketahanan pangan berupa pengembangan peternakan ayam petelur dan tanaman jagung.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan masih terbuka luas untuk menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan PADes.

Baca Juga :  PPTI Kutim Adakan Sosialisasi TB di Perusahaan Perkebunan Sinarmas Telen

Selain mengembangkan potensi internal desa, Pemdes Swargabara juga berharap adanya komunikasi dan kerja sama yang lebih erat dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa.

Wahyudin mencontohkan, peluang pekerjaan dari perusahaan seperti pengadaan barang atau jasa dapat diberikan kepada badan usaha yang ada di desa.

Baca Juga :  Taruna SMKN 2 Sangatta Utara Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Wabup: Tentu Bangga

“Kalau ada peluang yang diberikan perusahaan, misalnya pengadaan, desa diberikan kesempatan mendapatkan pekerjaan tersebut. Tentunya melalui badan usaha yang ada di desa. Itu bisa menjadi PADes ke depan,” ujarnya.

Ia menilai sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.(Adv/Bk4)