Bupati Kutim Ingatkan Warga, Pembakaran Lahan Bisa Berujung Proses Hukum

oleh -8 views
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman Saat diwawancarai oleh Awak Media.

Beritakutim.com Sangatta – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla akibat kondisi cuaca kering.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kata Ardiansyah, telah melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat.
Selain upaya pencegahan, aparat penegak hukum juga telah bersiap untuk mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran.

Baca Juga :  Perumdam TTB Kutim Luncurkan SangattAqua, Dorong Ekonomi dan Kemandirian Daerah

“Kita sudah memberikan pengumuman kepada masyarakat. Forkopimda juga sudah siap untuk melakukan penegakan hukum, terutama kepolisian, kejaksaan dan pengadilan,” ujar Ardiansyah kepada awak media.

Ia menegaskan larangan tersebut tidak hanya berlaku terhadap pembakaran kawasan hutan, tetapi juga pembakaran lahan.

“Saya berharap jangan sampai ada yang mencoba melakukan pembakaran lahan. Bukan hanya hutan, tetapi juga lahan,” tegasnya.

Ardiansyah mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak kepolisian, saat ini sudah ada satu orang yang diamankan terkait dugaan pembakaran.
Namun demikian, ia tidak merinci lokasi maupun identitas pihak yang diamankan tersebut.

Baca Juga :  Pansus Sampaikan Catatan Penting Terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021

“Sampai saat ini sudah ada satu orang yang diamankan. Saya tidak ingin menyebutkan di mana, tetapi laporan dari kepolisian ada satu orang yang diamankan,” katanya.

Menurut Ardiansyah, Kutai Timur memang tidak termasuk daerah dengan jumlah titik api tertinggi. Meski begitu, sejumlah titik api kecil tetap ditemukan sehingga memerlukan perhatian bersama.
Ia pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Baca Juga :  Camat Sangatta Utara Data Lansia Kurang Mampu untuk Usulan Bantuan Baznas

Selain itu, Ardiansyah berharap media turut berperan dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak pembakaran hutan dan lahan.

“Kutim memang tidak termasuk daerah dengan titik api yang sangat banyak, tetapi tetap ada titik-titik api kecil. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada,” pungkasnya.(Adv/Bk4)