Gratispol Ringankan Biaya Kuliah, Ribuan Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan Terbantu

oleh -18 views
Foto: Ketua Satgas Gratispol Universitas Mulia, Sumardi

beritakutim.com, BALIKPAPAN – Program pendidikan gratis melalui skema Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan dampak positif bagi ribuan mahasiswa di Universitas Mulia Balikpapan. Bantuan tersebut dinilai mampu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menekan angka mahasiswa yang cuti maupun putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.

Ketua Satgas Gratispol Universitas Mulia, Sumardi, mengatakan program itu menjadi solusi nyata bagi mahasiswa yang selama ini mengalami kesulitan membayar biaya kuliah.

“Dengan adanya Gratispol ini sangat membantu mahasiswa. Sebelum program ini berjalan, cukup banyak mahasiswa yang cuti atau menghilang karena kendala biaya kuliah,” ujar Sumardi saat diwawancarai, Rabu (13/05/2026).

Ia mengungkapkan, pada tahun akademik 2025 jumlah mahasiswa Universitas Mulia yang diusulkan menerima bantuan Gratispol mencapai sekitar 1.500 orang. Angka tersebut meningkat dibanding kuota sebelumnya yang berada di kisaran 1.200 mahasiswa.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Rapat Paripurna ke-10 tentang Penyampaian Nota Pengantar Pemerintah terkait KUA-PPAS 2026

Menurut Sumardi, program Gratispol diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi sejumlah persyaratan, seperti telah berdomisili di Kalimantan Timur minimal tiga tahun serta memenuhi batas usia penerima bantuan.

“Untuk jenjang S1 usia maksimal 25 tahun, sedangkan S2 dan S3 umumnya maksimal 35 tahun. Namun khusus dosen atau tenaga pendidik ada toleransi usia sampai 40 hingga 45 tahun,” jelasnya.

Program tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa reguler, tetapi juga memberikan prioritas kepada dosen dan guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktoral.

Besaran bantuan yang diterima mahasiswa disesuaikan dengan nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada masing-masing program studi. Untuk program studi umum seperti ekonomi, hukum, dan komunikasi, rata-rata bantuan mencapai Rp5 juta per semester.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, 14 Kapal Ferry Disiapkan di Pelabuhan Sangkulirang

Sementara itu, mahasiswa program farmasi memperoleh bantuan hingga Rp7,5 juta per semester. Adapun program pendidikan kedokteran mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta per semester, sedangkan program spesialis mencapai Rp20 juta per semester.

“Pembiayaan itu berlaku sampai delapan semester atau sampai mahasiswa lulus sesuai masa studi normal,” katanya.

Meski program berjalan cukup baik, pihak kampus masih menghadapi kendala administratif. Salah satunya adalah mahasiswa yang belum melengkapi data pada sistem pendaftaran daring Gratispol.

“Kami masih menemukan mahasiswa yang belum mengisi data di website. Padahal kampus sudah mengusulkan. Kalau tidak dilengkapi, dananya harus dikembalikan karena kami tidak bisa mempertanggungjawabkan pencairannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Agusriansyah Nahkodai Pengurus DPD Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) Kabupaten Kutai Timur Periode 2021-2026

Universitas Mulia, lanjut Sumardi, terus melakukan pendampingan kepada mahasiswa penerima bantuan agar tetap aktif menjalani perkuliahan dan segera melapor jika menghadapi kendala akademik maupun administrasi.

“Kalau mahasiswa tiba-tiba hilang tanpa laporan, itu yang menyulitkan. Tapi selama masih komunikasi dan masih dalam masa toleransi, biasanya masih bisa dibantu,” tambahnya.

Kemudian ia menilai pengelolaan anggaran program Gratispol kini semakin tertata dibandingkan pada awal pelaksanaannya. Pemerintah daerah juga disebut telah menyiapkan alokasi anggaran untuk keberlanjutan program pada tahun mendatang.

“Sekarang anggarannya sudah lebih jelas dan ketat. Sayang kalau mahasiswa tidak registrasi karena dananya nanti kembali ke negara,” pungkasnya. (BK 2)