Pemkab Kutim Alokasikan Anggaran Rp 11,675 Miliar untuk Pembangunan Gedung Baru Puskesmas Teluk Lingga

oleh -19 views

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengalokasikan anggaran Rp 11,675 miliar untuk pembangunan gedung baru Puskesmas Teluk Lingga di Kecamatan Sangatta Utara. Anggaran tersebut digunakan untuk menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih representatif dan memadai bagi masyarakat.

Pembiayaan pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2024 sebesar Rp 5,915 miliar serta APBD Kutim Tahun 2025 senilai Rp 5,760 miliar. Gedung permanen dua lantai itu kini telah difungsikan untuk pelayanan kesehatan dasar.

Baca Juga :  Isu Jual-Beli Proyek Pemerintah Menguat, Pengusaha Kutim Hebat Minta Telusuri Sumber Hoaks

Puskesmas Teluk Lingga menerapkan sistem pelayanan berbasis lima kluster, meliputi kluster ibu, anak dan remaja, kluster dewasa dan lanjut usia, pelayanan penyakit menular seperti VCT dan HIV/IMS serta kesehatan lingkungan, unit gawat darurat (UGD), dan laboratorium. Sistem ini diterapkan untuk menata alur pelayanan agar lebih terstruktur dan efisien.

Baca Juga :  Raih Peringkat I Panji Keberhasilan Bidang Koperasi dan UKM, Darsafani : Akan Terus Dorong Koperasi UKM Lebih Maju

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pelayanan hingga 200 pasien per hari dan didukung 70 tenaga kesehatan. Di antaranya lima dokter umum dan dua dokter gigi yang bertugas memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan pembangunan gedung baru tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Rp 11,675 miliar ini bukan hanya untuk membangun gedung, tetapi untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan bermutu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kolesterol Bayangi Momen Lebaran, Simak Tips Dokter Gizi Klinis

Sementara itu, Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg Sri Endrayati, menyebut pembagian kluster pelayanan membantu memperlancar alur pasien serta meningkatkan kenyamanan.

Di tempat yang sama, salah satu warga Sangatta Utara, Frans Manucule, mengaku merasakan perubahan fasilitas yang lebih tertata dan nyaman. Ia menilai pelayanan menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.