Proyeksi PAD Kutim Meningkat, Zubair Sebut Beberapa Faktor

oleh -1,296 views

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur memproyeksikan anggaran pendapatan dan belanja daerah pada tahun 2024 sebesar Rp 9,1 triliun. Angka ini menandai kenaikan dari proyeksi awal sebesar Rp 8,561 triliun.

Adapun rinciannya pendapatan asli daerah (PAD) Kutim 2024 awalnya diproyeksikan Rp 245.256.666.302 alias Rp 245,256 miliar menjadi Rp 754.108.643.802 alias Rp 754,108 miliar.

Baca Juga :  Bantuan Pupuk untuk Kelompok Tani Sidodadi Diserahkan oleh Ketua DPRD Kutai Timur

“Iya ada penyebabnya, nah kalau berbicara PAD itu berasal dari pajak dan retribusi ya, inu akan kita biacarakan dengan tim, kenaikan dari sub sektor mana dan nanti ada dasarnya,” ungkap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Kutim, Zubair.

Tak hanya itu, pendapatan daerah juga berasal dari pendapatan transfer awalnya diproyeksikan dari Rp 7.793.815.310.008 alias Rp 7,793 triliun menjadi Rp 8.394.688.280.310 alias Rp 8,394 triliun. Sehingga terdapat kenaikan sebesar Rp 600.872.970.302 alias Rp 600,872 miliar.

Baca Juga :  Bupati Kutai Timur Hadiri Pelepasan Siswa/Siswi SMAN 2 Sangatta Utara

Menurut Zubair, kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penyelesaian modal dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dengan perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut.

Misalnya, Pabrik Semen yang belum lama ini diresmikan ternyata berinvestasi sebesar Rp 15 triliun dan akan menunggu hasilnya.

Baca Juga :  Kasmidi Bulang Pimpin Rombongan Konvoi dalam Perjalanan Menuju Kantor KPU Kutim

Selain itu, kontribusi juga berasal dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy yang diharapkan menjadi pusat industri hilirisasi.

“Jadi kita masih optimis lagi karena masih ada yang lain, dan akan terlihat di anggaran perubahan tahun depan,” jelasnya.