Dinas Ketahanan Pangan Sebut Stok Beras Lokal Turun Hingga 50 Persen Karena Dampak El Nino

oleh -983 views

SANGATTA – Dampak dari cuaca El Nino yang masih melanda Kabupaten Kutai Timur terus dirasakan oleh sejumlah petani padi lokal di beberapa kecamatan.

Cuaca El Nino yang telah berlangsung beberapa bulan belakangan ini memberikan dampak signifikan terhadap para petani lokal, menyebabkan kekeringan yang mengakibatkan gagal panen.

Guppiansyah, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kutim, menjelaskan bahwa akibat dari El Nino, stok beras lokal mengalami penurunan hingga 50 persen.

Baca Juga :  350 Peserta SMP Ikuti Sosialisasi Anti Perundungan dan Bahaya Narkoba

“Saat ini produksi petani kita mengalami penurunan, hanya 3 ton per hektare, sementara pada kondisi normal bisa mencapai 6 ton per hektare,” ujarnya pada Selasa (17/10/2023).

Selain itu, karena menipisnya stok beras lokal, harga beras yang biasanya sekitar Rp 13 ribu per kilogram kini mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Basri, Peserta Seminar dan Coaching Clinic Diharapkan Mengikuti Materi Dengan Baik

Tidak hanya itu, sebelum musim El Nino, beras lokal digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di perusahaan-perusahaan dan oleh aparatur sipil negara (ASN).

Sebelumnya, para ASN diwajibkan membeli beras lokal dari petani sebanyak 10 kilogram per orang. Namun, dengan penurunan produksi padi lokal, hanya mampu memenuhi kebutuhan di perusahaan.

Baca Juga :  Ketua KONI Kutim Respon Instruksi Wakil Bupati Terkait Evaluasi Pengurus Cabor

“Musim kemarau menyebabkan kekeringan, dan harga pupuk saat ini juga naik,” tambahnya.

Daerah-daerah yang mampu memenuhi kebutuhan beras lokal antara lain di Kecamatan Kaubun, Long Mesangat, Kaliorang, dan Kongbeng.

“Keempat kecamatan tersebut menjadi daerah sentra padi lokal kita,” ungkapnya. (bk)