TP PKK Kutai Timur: Membangun Generasi Unggul dan Sejahtera Melalui Sekolah Siaga Kependudukan

oleh -494 views
kb e1699345324720

Sangatta – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan bahwa salah satu tanggung jawab TP PKK adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri serta karakter dan integritas moral. Ini menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Dalam tugas kami di TP PKK, penyiapan generasi muda, terutama di lingkup sekolah, merupakan fokus utama. Kami bertugas untuk menyiapkan anak-anak yang sehat dengan karakter yang dapat membentengi mereka dari pernikahan usia dini, serta menciptakan lingkungan yang sehat,” ungkapnya setelah menghadiri sosialisasi sekaligus peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) oleh DPPKB Kutim di Teras Belad Café, Sangatta Selatan pada Senin (05/11/2023).

Baca Juga :  Pemkab Kutim Menyambut Baik Pengesahan Perda Perlindungan Perempuan

Ia menambahkan, memiliki karakter dan integritas yang kuat sejak dini akan memudahkan arah perkembangan generasi muda, serta membantu mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa. Lebih lanjut, program SKK dapat menjadi tempat belajar bagi generasi muda, dengan manfaat dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari keikutsertaan dalam program tersebut.

Baca Juga :  Lanjutkan Program Smart City, Diskominfo Kutim Bersama BPM Susun Masterplan Smart City 2022-2027

“Contohnya, anak-anak tidak lagi perlu diingatkan untuk belajar atau membantu menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Ia berharap, program SKK yang saat ini ditujukan kepada tujuh sekolah di Sangatta Utara, baik tingkat SD maupun SMP, dapat diterapkan secara bertahap ke seluruh sekolah di wilayah Kutim.

“Program ini harus merambah berbagai sektor dan akhirnya mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, Plt Kepala DPPKB Kutim, Ronny Bonar H Siburian, menjelaskan bahwa SKK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dalam beberapa mata pelajaran sebagai tambahan materi pembelajaran. Ini memuat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta didik serta merupakan upaya pembentukan generasi sejahtera.

Baca Juga :  Sosialisasi Keamanan Jaringan: Bupati Kutim Mendorong Kesadaran Aparatur Sipil Negara

“Adapun sekolah yang menjadi proyek pilot SKK meliputi SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5 Sangatta Utara serta SDN 001, SDN 002, dan SDN 005 Sangatta Utara,” ungkap Roni Bonar. (bk)