RSUD Muara Bengkal Resmi Diresmikan oleh Bupati Kutai Timur

oleh -1,012 views

Sangatta – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, didampingi oleh Wakil Bupati, Kasmidi Bulang, secara resmi meresmikan RSUD Muara Bengkal, sebuah fasilitas yang telah dinanti oleh penduduk pedalaman dalam waktu yang lama.

Penandatanganan prasasti oleh Ardiansyah menandai pembukaan resmi RSUD Muara Bengkal, yang juga bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-59.

“Selamat sudah menjadi Rumah Sakit Tipe D Muara Bengkal. Mudah-mudahan, rumah sakit ini bisa membawa manfaat sosial untuk sekitar,” ucap Bupati Ardiansyah di hadapan Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, serta tamu undangan lainnya, Jumat (17/11/2023).

Baca Juga :  Rapat Penyelesaian Sengketa Lahan antara Kelompok Tani Karya Bersama dan PT Indominco Mandiri Ditunda

Ia juga merasa lega karena pasokan air bersih dari Perumda Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur telah tersedia di RSUD Muara Bengkal.

Bupati juga mengajak masyarakat di Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, dan Batu Ampar untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di RSUD Muara Bengkal. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan akan perawatan kesehatan jauh di Sangatta atau Kutai Kartanegara (Kukar).

Baca Juga :  Diskominfo Staper Gelar Pelatihan bagi Operator Portal Satu Data Kutim

“Insyaallah, rumah sakit ini membantu bagi orang yang sakit dan langsung tertangani dengan cepat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani Hasanal, berharap agar RSUD Muara Bengkal dapat beroperasi dengan optimal meskipun masih kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis.

Baca Juga :  Tanggapan kepala desa sangatta utara pada rapat dengar pendapat forum RT sekecamatan sangatta utara

Meski demikian, beberapa dokter spesialis sudah siap untuk melayani di RSUD Muara Bengkal. Namun, masih ada kebutuhan akan perlengkapan dan peralatan medis yang belum terpenuhi.

“Kami berharap dalam waktu dekat akan segera mendapatkan alat-alat yang diperlukan dan juga akan melengkapi jumlah dokter spesialis yang diperlukan,” tutupnya. (bk)