Pemkab Kutim Mengadakan Workshop Seni Tari Pesisir dan Pedalaman

oleh -381 views
download

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengadakan Workshop Seni Tari Pesisir dan Pedalaman di Hotel Royal Victoria Sangatta dan diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari sekolah, sanggar tari, dan pelaku seni di Kutim.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa workshop seni tari merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan kebudayaan dan untuk menjaga nilai-nilai seni serta tradisi yang diwariskan oleh leluhur bangsa, khususnya seni tari khas daerah.

Baca Juga :  Faizal Rachman Soroti Perlambatan Proyek Pembangunan dan Tekankan Perlunya Percepatan

“Seni tari ini berasal dari pesisir maupun pedalaman Kalimantan, dan masuk dalam 17 sektor ekonomi kreatif yang akan terus kita kembangkan,” ujar Nurullah.

Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari mulai dari tanggal 11 hingga 16 Mei 2023. Acara tersebut menghadirkan narasumber terkenal, Hariansyah, yang juga merupakan pendiri Gubang Seni Tari Musik di Kutai Kartanegara. Nurullah menjelaskan bahwa ini merupakan upaya regenerasi dalam bidang budaya seni tari tradisional, karena tari tradisional memiliki peran penting dalam menggambarkan budaya dan menghormati leluhur.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Umat Muslim Ikut Laksanakan Sholat Ied di Masjid Al-Faruq Sangatta

“Di setiap acara seni tari, kami juga akan menampilkan tarian-tarian ini, oleh karena itu kami sengaja mengundang pelaku seni dari daerah tujuan wisata, termasuk dari pulau Miang. Ini juga merupakan persiapan jika Kutim ikut serta dalam acara berskala nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Baca Juga :  Diskop UKM Kutim Meggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Pengurus dan Pengelola Koperasi

Sementara itu, Hariansyah, pendiri Gubang Seni Tari Musik, mengungkapkan rasa kagetnya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat Kutai Timur, terutama kalangan anak muda, dalam mengikuti kegiatan workshop ini.

Menurutnya, keberlanjutan budaya tradisional, khususnya seni pertunjukan tari, merupakan tanggung jawab generasi muda. Ia merasa bangga melihat masih ada anak muda yang memiliki empati dan rasa hormat terhadap warisan budaya serta seni pertunjukan tari tradisional.(bk)