Pelantikan Pengurus PWI Kutai Timur Periode 2023-2026

oleh -41 views
1n

SANGATTA – Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk periode 2023-2026 telah resmi diambil sumpahnya oleh Achmad Shahab, Pelaksana Tugas Ketua PWI Provinsi Kalimantan Timur, dalam sebuah upacara pelantikan yang berlangsung hangat dan meriah di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, di Kompleks Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, pada hari Kamis, 29 Februari 2024.

Acara ini tidak hanya mendapat kehormatan dengan kehadiran Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, tapi juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), berbagai perusahaan, dan tamu undangan yang lain, menandakan pentingnya momen ini bagi komunitas jurnalistik dan masyarakat Kutim secara keseluruhan.

Usai dilantik, Ketua PWI Kutim, Wardi dalam sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Tidak lupa juga ia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu melancarkan kegiatan-kegiatan PWI dari Konferensi Kabupaten (Konferkab) hingga pelaksanaan pelantikan pada hari ini.

“Baik secara moril, materi serta pemikiran dan kepada panitia seluruhnya saya ucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja bareng teman-teman semuanya sehingga pelaksanaan konferkab sampai pelantikan hari ini berjalan dengan baik dan lancar,” imbuh Wardi saat mengawali sambutan singkatnya.

Baca Juga :  Golkar Kutim Berbagi Takjil Serentak di 18 Kecamatan

Disamping itu, dirinya juga bertekad untuk terus menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Dengan bersinergi dengan pemerintah, dirinya berharap dapat menekan penyebaran berita hoaks sesuai dengan kode etik jurnalistik (KEJ).

“Mudah-mudahan jalinan kerjasama dapat terus kita laksanakan, (dimana) kita PWI sebagai mitra semua pihak, mau dari Pemkab Kutim, Forkopimda, Perusahaan dan semua stakeholders yang ada di Kutim,” harap Wardi, yang juga baru saja dinobatkan sebagai tokoh pers oleh Pemprov Kaltim beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Plt PWI Kaltim, Achmad Shahab, mengungkapkan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi PWI Kutim, terutama Wardi selaku sang nahkoda di periode 2023-2026 ini. Menjadi anggota PWI merupakan suatu kebanggan tersendiri dikarenakan organisasi ini merupakan salah satu pionir dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1946 silam.

Baca Juga :  Peringatan Hari Bela Negara Ke-75, Bupati Kutim : Tugas Kita Bersama Menjaga NKRI!

“Untuk menjadi (anggota) PWI itu tidak gampang, karena jadi anggota PWI itu pertama ketika dia harus jadi anggota biasa atau anggota muda itu perlu waktu sekitar 2 tahun. Kemudian setelah 2 tahun dan memiliki hak pilih itu dia harus mengikuti uji kompetensi seperti yang disampaikan oleh Pak Wardi tadi yakni perlu 3 tahun dari kompetensi muda ke madya dan 2 tahun dari madya ke utama,” terangnya.

Dari serangkaian alur yang panjang ini semata-mata untuk menghasilkan seorang wartawan yang benar-benar berkompeten, sekaligus untuk memerangi berita hoaks yang rentan beredar di masyarakat. Melalui uji kompetensi wartawan sedemikian rupa, diharap dapat memfilter wartawan-wartawan yang betul-betul dapat menghasilkan berita bermutu dan layak untuk dibaca.

“Karena nasib sebuah daerah pun ada tekanan di ujung penanya wartawan, ketika dia salah menerjemahkan pesan bisa terjadi chaos di suatu daerah. Makanya Pak Bupati sebagai mitra, izinkan kami tetap pada koridornya, bisa memberikan kritik dan saran, ketika ada anggota PWI yang nakal silahkan laporkan kepada kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Diskop Kutim Gelar Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi UMKM dari Bahan Baku HHBK

Sementara itu, Bupati Kutim menuturkan, secepat apapun perkembanga teknologi informasi, tetap perlu memberikan jaminan keakuratan dan berimbang. Sehingga seperti yang disampaikan Ketua PWI Kaltim, tantangan terbesar adalah bagaimana menghindari dan menghapus hoaks.

“Dan ini lumayan mempengaruhi image (citra) dan opini, masyarakat. Oleh karenanya, wartwan harus tetap fokus kepada kebenaran, kebaikan dan menjunjugi tinggi harga dan martabat kebenaran. Ini adalah hal yang menjadi pijakan utama,” tegas orang nomor satu di Pemkab Kutim ini.

Sebagai penutup, Bupati mengungkapkan harapannya agar para wartawan di Kutim tidak hanya menjunjung tinggi akurasi berita, tapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat yang sejahtera, menegaskan pentingnya peran pers dalam mendukung dan memajukan pembangunan di Kutim.

“Terakhir saya ucapkan selamat, kepada Pak Wardi dan kawan-kawan yang hari ini telah dilantik, oleh PWI Kalimantan Timur. Selamat bekerja, selamat mengemban tugas, mari kita bersama-sama membangun kutim sejahtera untuk semua,” tutup Ardiansyah.