Langka dan Tingginya Harga Minyak Goreng Jadi Pembahasan di Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara

oleh -228 Dilihat
Langka dan Tingginya Harga Minyak Goreng Jadi Pembahasan di Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara
suasana pelaksanaan musrenbang di Kecamatan Sangatta Utara. Selasa (08/03/2022). BERITA KUTIM.COM. (poto. IVN)

BERITA KUTIM. SANGATTA – Langka dan tingginya harga minyak goreng jadi pembahasan di musrenbang Kecamatan Utara, hal ini menjadi salah topik penting, yang muncul saat berlangsungnya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dilaksanakan, di Balai Pertemuan Umum (BPU), Kecamatan Utara, Pada Selasa (08/03/2022).

kelangkaan minyak goreng ini, membuat masyarakat Kutim, khususnya di menimbulkan antrian yang panjang, Hal ini menjadi perhatian Kepala Desa Sangatta Utara Mulyanti, ditakutkan terjadi klaster baru karena adanya kerumunan orang banyak, ujarnya dalam musrenbang di kecamatan Sangatta Utara.

Untitled-1

Dihadapan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang serta Ketua DPRD Joni dan anggota DPRD Kutim lainnya, Mulyanti meminta ada langkah Pemkab dalam menangani serta dapat memberikan solusi. Sebab, minyak goreng menjadi bahan pokok yang sangat diperlukan didapur setiap masyarakat Kutim.

Baca Juga :  Asisten Perekobang Harap Koperasi di Kutim yang Belum Laksanakan RAT, Segera Melaksanakan

“Kemaren masyarakat membeli minyak di toko sekitar jalan Sulawesi menimbulkan antrian yang sangat Panjang, takutnya malah ini menimbulkan kluster baru Covid-19,” kata Mulyanti.

Terkait hal tersebut, Bupati Ardiansyah mengatakan, saat ini pihaknya mengusahakan pabrik minyak goreng memiliki pabrik turunan CPO agar harga minyak goreng bisa dijangkau masyarakat.

punya banyak kebun sawit tapi belum satupun perusahaan membangunan turunannya, ini yang sedang kita usahakan,” ungkap Ardiansyah.

Baca Juga :  MD KAHMI Kutim Gelar Bukber, Jalin Ukhuwah dan Silaturahmi

Untuk itu, sudah ada tiga perusahaan yang ingin beroperasi di KIPI Maloy, hanya aturan mainnnya yang masih dibenahi terkait dengan Badan Pengelola KIPI Maloy, selain itu dirinya meyebut ada dukungan dari PT Sinar Mas pemilik kebun sawit yang ada di Kecamatan Muara Wahau untuk mendistribusikan minyak goreng Filma, imbuh Ardiansyah.

Langka dan Tingginya Harga Minyak Goreng Jadi Pembahasan di Musrenbang Kecamatan Utara

Sementara itu, Wabup Kasmidi Bulang mengatakan kelangkaan minyak menjadi persoalan penting. Dikatakan, Pemkab Kutim melakukan kerjasama dengan Toko Pulau Mas dalam membantu penyaluran minyak goreng sebanyak 9000 liter dengan harga normal RP14.000/liter, sehingga semua dibawah kendali Pemerintah.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim-Pemkab Kutim Gelar Pertemuan, Tindaklanjuti Audensi AMPB Kutim Terkait Pascabencana Banjir,

“Insyaallah hari sabtu depan kita laksanakan. Terkait tempatnya kita koordinasikan, yang pasti tidak dipinggir jalan,” ujar Kasmidi.

Kemudian kasmidi juga mengatakan, kenapa minyak goreng itu tidak disalurkan ke toko-toko kecil, kita mengkhawatirkan justru berpotensi dilakukan penimbunan. Saat ini Kita lagi memikirkan bagaimana caranya agar penyaluran lebih efektif,” terangnya.

Dalam hal ini, pihaknya berkomunikasi dengan PT Sinar Mas untuk menambah kuota untuk Kalimantan Timur (Kaltim) sehingga kuota Kutim juga akan bertambah. (IVN)