Joni Imbau Masyarakat untuk Tidak Melakukan Pembakaran Hutan dan Lahan

oleh -464 views
WhatsApp Image 2023 11 04 at 13.33.44

SANGATTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Joni, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena dampaknya sangat merugikan daerah tersebut.

Menyusul Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, Joni menjelaskan bahwa pasal 50 ayat 3 huruf D menyebutkan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp5 miliar bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Mulyana Sampaikan Pandangannya Terkait Keterlibatan Perempuan dalam Dunia Politik

“Kan ada sistem dan dipantau satelit, jadi semua terintegrasi dari pusat. Dimana ada kebakaran secara otomatis pusat langsung menghubungi daerah dan tentu akan mencari pelaku kebakaran,” ungkap Joni.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Joni, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena dampaknya sangat merugikan daerah tersebut.

Baca Juga :  Bupati Kutim Sampaikan Nota Penjelasan di Paripurna Ke 10 Tentang Raperda Tahun 2024

Selain itu, Joni mendorong untuk menghindari praktik pembakaran hutan dan lahan meskipun menjadi bagian dari tradisi membuka kebun dengan cara tradisional menebang dan membakar.

Sebab, menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan Kutim itu, agar menghindari kebakaran hebat, harus dilakukan pembatasan lokasi pembakaran lahan, atau dengan berkomunikasi pihak terkait untuk bersiaga jika terjadi sesuatu yang lebih besar.

Baca Juga :  Bupati Harap Tim Terpadu Dapat Menyelesaikan Penentuan Perubahan Tata Ruang di Tahun 2023

“Memberitahukan dan menghubungi BPBD atau petugas pemadam kebakaran sebelum melakukan pembakaran adalah langkah yang sangat penting untuk menghindari kebakaran yang merugikan,” paparnya. (bk)