Bupati Ardiansyah Harap RS Kudungga Jadi Barometer Layanan Kesehatan

oleh -413 views
195 e1719324802420

Sangatta – Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan salah satu indikator pelayanan yang memberikan gambaran dalam pelayanan publik yang diberikan oleh sebuah lembaga maupun instansi milik pemerintah kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, sesaat sebelum membuka pemaparan hasil IKM di Rumah Sakit Kudungga Sangatta Selatan tahun 2024 Semester 1 yang digelar di Ruang Tempudau Kantor Sekretariat Kabupaten, Senin (24/6/2024).

“Apakah haknya terpenuhi, kemudian layanan yang dibutuhkan terpenuhi dan faktor kenyamanan dalam mendapatkan layanan. Dan itulah yang menjadi dasar pelayan kita yang harus diberikan kepada masyarakat,” ujar Bupati Ardiansyah.

Baca Juga :  Shalat Ied 1445 H, Bupati Kutim: Momen Introspeksi dan Silaturahmi

Ardiansyah mengatakan, salah satu layanan publik yang harus memenuhi kriteria tersebut adalah Rumah Sakit yang menjadi pusat layanan masyarakat dalam bidang kesehatan. Namun di sisi lain, RS juga menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BULD) yang memiliki fungsi untuk pengembangan ekonomi pada sektor kesehatan di rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan lainya.

Baca Juga :  Arang Jau Berharap Lom Plai Tahun Depan Bisa Lebih Sempurna Lagi

“Khusus bagi Rumah Sakit Kudungga ini, kita harapkan menjadi barometer layanan yang tidak hanya mampu mengimplementasikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat, namun secara bisnis juga terus berkembang,” ucapnya.

Ia juga berharap dari hasil pemaparan yang akan disampaikan oleh tim ahli dari Universitas Mulawarman tersebut dapat menjadi acuan dan bahan evaluasi bagi pihak RS Kudungga untuk bisa lebih mengoptimalkan pelayanan masyarakat kepada masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Kudungga, dr Muhammad Yusuf menerangkan bahwa sesuai dengan standar pusat pelayanan bermutu, ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi oleh pemilik pelayanan publik. Yakni, RS harus memiliki standar pelayanan, standar tersebut harus dipenuhi, dan dari standar tersebut, pelayanan kepada masyarakat harus mampu memberikan kepuasan.

Baca Juga :  Dinkes Kutim Gelar Monev Pendampingan Pasien TBC Resistan Obat

“Dari tiga kriteria ini harus kita ukur dan tidak bisa berdasarkan presepsi. Sehingga dengan adanya survey yang kita lakukan menjadi salah satu tolak ukur pelayanan kita kepada masyarakat,” terangnya. (bk)