Bupati Kutim Ingatkan Generasi Muda Bijak Saring Informasi di Era Digital

oleh -8 views
Bupati Kutai Timur, Ardinsyah Sulaiman Saat diwawancarai oleh awak media.

Beritakutim.com Sangatta – Perkembangan teknologi informasi dinilai membawa tantangan tersendiri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan generasi muda agar mampu menyaring berbagai informasi dan pengaruh yang hadir di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah seusai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-61 di halaman Sekretariat Daerah Kutim, Bukit Pelangi Sangatta, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi dari berbagai sumber harus dibarengi dengan pemahaman terhadap nilai dan identitas bangsa. Terlebih, berbagai pandangan dan ideologi dari luar kini dapat dengan mudah ditemukan melalui perkembangan teknologi.

Baca Juga :  LPTQ Kutim Gelar Pelatihan E-MTQ untuk Tingkatkan Kualitas dan Transparansi MTQ

Karena itu, Pancasila disebut tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari pembelajaran bagi generasi penerus, terutama kalangan pelajar.

“Pancasila ini tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran generasi kita, mulai dari pelajar sampai semua anak-anak bangsa di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Baca Juga :  ASN Kutim Diingatkan Jaga Disiplin, Sistem e-Kin Terus Dievaluasi

Ardiansyah juga mengaitkan penguatan nilai Pancasila dengan kondisi masyarakat Kutim yang memiliki latar belakang suku, agama dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut, menurutnya, perlu terus dirawat melalui sikap saling menghargai dan menjaga toleransi.

Ia mengapresiasi masyarakat Kutim yang selama ini dapat hidup berdampingan di tengah perbedaan. Menurutnya, keharmonisan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga :  Camat Muara Bengkal Apresiasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, lanjut Ardiansyah, hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai persatuan yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan melalui sikap dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dengan adanya heterogenitas ini, kita saling menghargai satu sama lain dan konsep kita hanya satu, kita bangun Kutai Timur,” pungkasnya.(Adv) (9)