Perkuat Kesiapsiagaan, Damkarmat Kutim Latih Relawan Kebakaran di Tingkat Desa

oleh -11 views

Beritakutim.com, TELEN – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satunya melalui pembentukan relawan pemadam kebakaran (Redkar) dan peningkatan kemampuan warga dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran, Jumat (18/09/2026).

Kegiatan tersebut digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutim di Desa Kernyanyan, Kecamatan Telen, dengan melibatkan kepala desa, perangkat desa, masyarakat serta seluruh ketua RT. Kegiatan diisi dengan pembentukan relawan kebakaran, pelatihan anggota relawan kebakaran, hingga praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara melakukan pemadaman api secara tradisional, khususnya pada kejadian yang bersumber dari kompor tabung gas maupun kebocoran regulator. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat mampu mengambil langkah awal secara tepat sebelum api berkembang dan petugas pemadam tiba di lokasi.

Selain pelatihan teknis, Damkarmat Kutim turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dinilai dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan kering.

Baca Juga :  Realisasi Masih di Bawah Target, Sulisman: Setelah Radalok Kami Akan Lakukan Evaluasi

Plt Kepala Dinas Damkarmat Kutim, Sugiyo, mengatakan pembentukan relawan merupakan bagian dari upaya membangun sistem penanganan kebakaran yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian sehingga kemampuan melakukan penanganan awal sangat dibutuhkan.

Sugiyo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Kernyanyan yang telah merealisasikan pengadaan APAR untuk masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 135 unit APAR telah direalisasikan melalui pendanaan desa.

“APAR ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi juga benar-benar dipahami cara penggunaannya. Karena itu, kami memberikan pelatihan agar masyarakat mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi kebakaran pada tahap awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan relawan kebakaran di tingkat desa diharapkan dapat mempercepat respons masyarakat sekaligus membantu mencegah api meluas. Koordinasi antara relawan, pemerintah desa dan petugas Damkarmat juga perlu terus dibangun agar penanganan kejadian dapat dilakukan secara cepat dan terarah.

Baca Juga :  PBVSI dan Pemdes Sangatta Selatan Dukung Turnamen Voli Semarakkan HUT Ke-81 RI

Sementara itu, Kepala Desa Kernyanyan, Samiun Ong, menyambut antusias pembentukan relawan kebakaran di wilayahnya. Ia menilai keberadaan relawan sangat penting karena dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan tindakan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan permukiman.

Samiun menegaskan Pemerintah Desa Kernyanyan berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran. Selain pengadaan APAR, pemerintah desa akan mempersiapkan berbagai kelengkapan pendukung yang dibutuhkan masyarakat.

“Ke depan kami akan berusaha melengkapi peralatan yang dibutuhkan, termasuk untuk pengisian ulang tabung APAR. Kami akan melihat kemampuan melalui dana desa dan juga berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Kernyanyan,” kata Samiun.

Selain APAR, pemerintah desa juga berencana menyiapkan sumber air yang dapat digunakan dalam kondisi darurat. Rencananya, setiap RT akan didorong memiliki tampungan air, baik menggunakan tandon (yandon) maupun kolam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran.

Baca Juga :  DPRD Kutai Timur Gelar Paripurna Ke-31 Tahun Anggaran 2021

Menurut Samiun, penyediaan sumber air di setiap RT menjadi langkah penting mengingat penanganan kebakaran membutuhkan akses air yang cepat. Dengan adanya tampungan air dan peralatan pemadam di lingkungan warga, masyarakat diharapkan dapat melakukan penanganan awal sembari menunggu bantuan petugas.

Ia berharap pembentukan relawan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat terus dikembangkan melalui latihan berkala, pemeliharaan peralatan serta koordinasi antarmasyarakat. Dengan demikian, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Desa Kernyanyan.

Melalui sinergi antara Damkarmat, pemerintah desa, relawan, RT dan masyarakat, upaya pencegahan kebakaran diharapkan semakin kuat. Edukasi mengenai bahaya pembakaran sampah dan lahan juga terus didorong agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dari lingkungan masyarakat. (ADV) (9)