Pertahankan Predikat Desa Layak Anak, Swargabara Perkuat Fasilitas Ramah Anak hingga Tingkat RT

oleh -731 views
Kepala Desa Swargabara, Wahyudin Usman Saat diwawancarai diruang kerjanya

Beritakutim.com Sangatta –  Pemerintah Desa Swargabara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus berupaya mempertahankan predikat sebagai desa layak anak yang sebelumnya telah berhasil diraih.

Kepala Desa Swargabara, Wahyudin Usman, mengatakan keberhasilan Desa Swargabara dalam meraih predikat desa layak anak tidak terlepas dari dukungan berbagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dalam menjalankan aktivitas dan mendukung proses tumbuh kembang mereka.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kebutuhan anak.

“Mempertahankannya memang sulit. Mendapatkan itu ada persyaratan yang harus dilengkapi, tetapi mempertahankannya lebih sulit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, predikat desa layak anak bukan hanya sekadar penghargaan yang diterima pemerintah desa. Lebih dari itu, predikat tersebut menjadi tanggung jawab yang harus terus dijaga melalui berbagai program dan kebijakan yang berpihak terhadap kepentingan serta kebutuhan anak.

Baca Juga :  Ronny Bonar: Tujuan Smart City Bukan Hanya Soal Penggunaan Teknologi, Tapi Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Karena itu, Pemerintah Desa Swargabara terus berupaya memperkuat konsep lingkungan ramah anak secara menyeluruh. Konsep tersebut diharapkan tidak hanya terlihat melalui fasilitas yang tersedia di tingkat desa, tetapi juga dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mendorong peran RT dalam menyediakan fasilitas yang dapat digunakan anak-anak. Melalui program dana RT, sejumlah lingkungan RT di Desa Swargabara mulai mengajukan pengadaan berbagai permainan anak.

Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih ramah terhadap anak. Selain menyediakan sarana bermain, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas positif di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Mulyono: Pendidikan Non Formal Bukan Hanya tentang Kejar Paket

Wahyudin mengatakan, keterlibatan RT menjadi penting karena lingkungan RT merupakan bagian terdekat dari kehidupan masyarakat sehari-hari, termasuk bagi anak-anak.

Dengan adanya fasilitas ramah anak di lingkungan masing-masing, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk bermain, belajar, bersosialisasi, serta mengembangkan potensi mereka.

“Konsep ramah anak ini tidak hanya berada di fasilitas desa saja. Kami ingin hal ini juga diterapkan sampai ke lingkungan RT, karena anak-anak hidup dan tumbuh di tengah lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Wahyudin, upaya mempertahankan predikat desa layak anak membutuhkan komitmen yang berkelanjutan. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh unsur masyarakat.

Peran orang tua, RT, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar memberikan perlindungan dan ruang tumbuh yang baik bagi anak.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Luncurkan SITISEK untuk Tuntaskan ATS Dalam Setahun

Penyediaan ruang bermain dan fasilitas ramah anak diharapkan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah desa terhadap generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus pembangunan.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta keterlibatan aktif masyarakat, Desa Swargabara optimistis dapat terus mempertahankan predikat desa layak anak yang telah diraih.

Lebih jauh, upaya tersebut diharapkan tidak hanya mempertahankan sebuah penghargaan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Desa layak anak bukan sekadar predikat. Ini membutuhkan komitmen yang terus-menerus, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” tegas Wahyudin.(Adv/Bk4)