Beritakutim.com Sangatta – Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, ingin menjadikan keberhasilan kegiatan yang dibangun melalui gotong royong masyarakat sebagai pemicu semangat bagi RT dan dusun lain untuk lebih aktif mengembangkan potensi di wilayah masing-masing.
Menurut Wahyuddin, keberhasilan sebuah lingkungan tidak selalu ditentukan oleh besarnya bantuan atau anggaran yang diterima. Kekompakan masyarakat justru menjadi modal utama untuk menjalankan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Ia mengatakan, pemerintah desa dapat menyiapkan program maupun bantuan, tetapi keberhasilan pelaksanaannya tetap bergantung pada partisipasi masyarakat.
“Kalau masyarakatnya tidak mau bergerak, program dan bentuk bantuan dari pemerintah juga tidak akan maksimal. Kuncinya adalah kekompakan dan kemauan masyarakat,” ujarnya.
Wahyuddin menegaskan setiap dusun dan RT memiliki karakteristik serta potensi yang berbeda. Karena itu, ia tidak ingin masyarakat hanya berfokus untuk meniru kegiatan yang telah dilakukan wilayah lain.
Sebaliknya, masyarakat didorong untuk menemukan kekuatan dan potensi yang ada di lingkungannya sendiri.
“Bukan berarti harus copy paste kegiatan orang lain. Kita lihat apa potensi kita, lalu kita kumpulkan masyarakat dan menentukan kegiatan yang bisa dikembangkan,” katanya.
Menurutnya, keterbatasan kondisi ekonomi maupun sarana tidak seharusnya menjadi alasan bagi sebuah lingkungan untuk tidak melakukan kegiatan positif.
Wahyuddin berharap semangat gotong royong terus tumbuh di seluruh wilayah Desa Swarga Bara. Dengan keterlibatan masyarakat, pembangunan desa diyakini dapat berjalan lebih efektif dan berbagai program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Yang penting jangan berkecil hati dengan kondisi lingkungan. Kalau kita kompak, tinggal menentukan mau dibawa ke arah mana,” pungkasnya.(Adv)(Bk)







