Wabup Mahyunadi Ingatkan Sawah Jangan Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit

oleh -16 views
Wakil Bupati Mahyunadi saat diwawancarai awak media

Beritakutim.com, SANGATTA – Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengingatkan agar pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur tidak dilakukan dengan mengorbankan lahan pertanian pangan. Menurutnya, masyarakat dan pemerintah harus menjaga keseimbangan antara pengembangan komoditas unggulan daerah dengan kebutuhan mewujudkan ketahanan pangan.

Wabub Mahyunadi mengatakan sawit memang memiliki posisi penting dalam perekonomian Kutai Timur. Luas perkebunan yang telah mencapai lebih dari 600 ribu hektare menunjukkan besarnya peran komoditas tersebut bagi masyarakat dan daerah. Namun, besarnya kontribusi sawit tidak boleh membuat daerah mengabaikan sektor pangan.

Ia menjelaskan, ketahanan pangan kini menjadi perhatian penting pemerintah pusat di tengah kondisi geopolitik dunia yang dinilai tidak stabil. Gangguan terhadap jalur distribusi dapat berdampak langsung pada ketersediaan bahan pangan, sehingga setiap daerah perlu memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Baca Juga :  Akses Internet di Batu Ampar Belum Merata, Camat Minta Pemerataan Infrastruktur

Dalam konteks Kutai Timur, Wabub Mahyunadi mendorong agar pengembangan sawit tetap berjalan beriringan dengan tanaman pangan seperti padi dan jagung. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kedua sektor tersebut karena sawit memberikan nilai ekonomi, sementara tanaman pangan menjadi sumber kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan sampai ada sawah yang diubah menjadi kebun sawit,” tegas Wabub Mahyunadi saat diwawancarai awak media usai membuka kegiatan Lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat di Ruang D’Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (03/09/2026).

Baca Juga :  Pemkab Kutim Perkuat Pendidikan Agama Lewat Program Mengaji di SD dan SMP

Menurut pria berkecamata itu, pilihan masyarakat terhadap sawit sebagai komoditas yang dinilai lebih menguntungkan memang dapat dipahami. Namun, keputusan tersebut harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang dan tidak dilakukan pada lahan yang memiliki fungsi strategis untuk produksi pangan.

Ia menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan pengembangan perkebunan agar tetap sesuai dengan tata ruang dan kebijakan pembangunan daerah. Dengan demikian, ekspansi perkebunan tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ketahanan pangan.

Wabub Mahyunadi juga mengaitkan isu ketahanan pangan dengan kondisi Kutai Timur yang memiliki jumlah penduduk hampir 500 ribu jiwa. Menurutnya, daerah harus memiliki kemampuan menyediakan pangan bagi masyarakatnya sendiri, terutama ketika terjadi gangguan terhadap distribusi pangan antardaerah.

Baca Juga :  Goa Telapak Tangan Sangkulirang Paling Diminati Wisatawan Kutim

Karena itu, ia meminta seluruh pihak melihat pengembangan sawit secara lebih proporsional. Sawit tetap menjadi komoditas strategis, tetapi pengembangannya harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang lebih luas, termasuk pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi desa, dan ketahanan pangan.

Ia berharap kebijakan peremajaan sawit rakyat nantinya tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan, tetapi juga menjadi bagian dari penataan sektor pertanian secara menyeluruh. Pemerintah, petani, koperasi, perusahaan, dan mitra pembangunan diminta menjaga agar program tersebut berjalan tanpa mengurangi kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. (ADV) (9)