Sindikat 92 Kg Sabu Dibongkar, Sinergi Polres Kutim dan BNN RI Telusuri Jejak Jaringan Nasional

oleh -23 views

Beritakutim.com, KUTAI TIMUR – Aparat gabungan dari Polres Kutai Timur (Kutim) bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas daerah dengan barang bukti sabu seberat 92 kilogram. Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi besar pemberantasan narkoba di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang tahun 2026.

Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap jaringan yang diduga dikendalikan oleh M. Fathurahman alias Maboy alias Boy Mayer Edward, buronan kasus narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penggerebekan dilakukan secara serentak pada Jumat (08/05/2026) di sejumlah lokasi di Balikpapan, Samarinda, hingga Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur.

Dalam operasi itu, petugas mengamankan empat tersangka berinisial I.P.K, R.A, R.R, dan M.A. Dari tangan para pelaku, aparat menemukan lima koper besar berisi 90 paket sabu dengan total berat bruto sekitar 92 kilogram.

Baca Juga :  Sosialisasi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral oleh Diskominfo Staper dan BPS Kutim

Selain sabu, aparat turut menyita 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate dan diduga akan diedarkan ke berbagai daerah. Sejumlah kendaraan serta alat komunikasi yang digunakan jaringan tersebut juga diamankan sebagai barang bukti.

Penyelidikan kemudian berkembang hingga ke Jakarta Selatan. Tim gabungan melakukan penggeledahan di kawasan Mampang Prapatan dan Jalan Senopati yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan narkotika tersebut.

Dari lokasi itu, petugas kembali menemukan sejumlah aset berupa kendaraan mewah, dokumen kendaraan, dan telepon genggam yang diduga berhubungan dengan praktik pencucian uang hasil bisnis narkotika.

Hasil investigasi sementara menunjukkan jaringan tersebut memiliki jalur distribusi yang mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Pulau Jawa. Aparat kini masih terus menelusuri keberadaan pelaku utama sekaligus aset lain yang diduga berasal dari hasil tindak pidana narkotika.

Baca Juga :  Polres Kutim Gelar Apel Operasi Ketupat 2022, Ini Pesan Kapolri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama Polri, termasuk membongkar jaringan besar dan memperketat pengawasan jalur masuk narkotika.

“Polri berkomitmen penuh untuk terus memberantas peredaran narkotika dari hulu hingga hilir. Kami akan menindak tegas setiap jaringan narkoba yang merusak generasi bangsa, termasuk menelusuri aliran dana dan aset hasil kejahatan narkotika,” tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN RI Roy Hardi Siahaan mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama lintas instansi dalam memutus rantai peredaran narkotika skala nasional.

“Jaringan ini memiliki wilayah operasi yang cukup luas. Pengembangan masih terus dilakukan untuk memburu pelaku utama dan menelusuri seluruh aset yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang,” ujarnya.

Kapolda Kalimantan Timur Endar Priantoro juga menegaskan pihaknya menerapkan sikap tanpa toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga :  Teluk Lingga Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Kabupaten, Penerapan Pelayanan Berbasis Digital

“Kami tidak memberi ruang bagi pelaku narkoba. Penindakan akan dilakukan tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyebut keberhasilan operasi gabungan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Ini bukan sekadar pengungkapan kasus, tetapi bentuk komitmen bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba. Kami akan terus mendukung pengembangan kasus hingga seluruh jaringan dan aset yang terkait dapat diungkap,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu aparat dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Keberhasilan operasi ini menjadi pukulan serius bagi jaringan narkoba nasional sekaligus menegaskan komitmen aparat penegak hukum dalam mempersempit ruang gerak sindikat narkotika di Indonesia. (BK 2)