Reses David Rante di Dapil I, Warga Sampaikan Keluhan Parkir Liar dan Infrastruktur

oleh -930 views

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), David Rante, telah menyelesaikan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil I). Dalam kesempatan tersebut, ia mendengarkan berbagai keluhan dan aspirasi dari masyarakat yang akan diperjuangkan di lembaga legislatif.

Salah satu masalah yang disorot oleh David Rante adalah parkir liar yang mengganggu kelancaran lalu lintas, khususnya di kawasan Teluk Lingga. Masyarakat mengungkapkan bahwa parkir yang tidak teratur, terutama di gang-gang kecil, sering kali menghalangi bahu jalan dan mempersempit ruang bagi kendaraan yang melintas.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Rapat Dengar Pendapat Dengan Perusahaan Terkait Bus Melintas Jalan Utama Sangatta

“Termasuk dari Singa Gembara ini, banyaknya motor-motor yang parkir di gang-gang kecil. Jadi akses jalannya semakin sempit,” ujar David saat ditemui awak media di Kantor DPRD Kutim, Rabu (20/11/2024).

Selain masalah parkir, David Rante juga mencatat keluhan terkait infrastruktur, seperti kondisi parit dan jalan gang yang masih perlu diperbaiki. Menurutnya, infrastruktur yang memadai sangat penting untuk kenyamanan masyarakat, dan perbaikan harus terus dilanjutkan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutai Timur Soroti Proyek Tanpa Kontrol Harga Perkiraan Sendiri

“Kalau jalan memang tidak bisa kita pungkiri kan. Masih ada yang perlu kita benahi seperti parit dan jalan gang-gang yang masih perlu diperbaiki,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, David juga menyarankan agar pola pikir masyarakat mulai diarahkan untuk berkontribusi langsung dalam program-program pemerintah, terutama yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, ini akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Baca Juga :  Sinkronisasi Pariwisata Belum Jelas, DPRD Kutim Minta Dinas Pariwisata Serius Benahi Tata Ruang

“Mungkin saatnya sekarang mengubah pola pikir. Mengubah pola pikir dalam artian sekarang kan pemerintah daerah maupun pusat lagi menggenjot UMKM. Jadi kita bisa berkontribusi disitu,” pungkasnya. (bk)