Beritakutim Sangatta – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya memperkuat seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni dan merawat keberagaman di Kabupaten Kutai Timur yang dikenal sebagai daerah heterogen.
Menurut Ardiansyah, keberagaman masyarakat Kutai Timur merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, keberagaman tersebut harus terus dirawat melalui komunikasi, toleransi, serta sinergi seluruh elemen masyarakat.
Kondisi Kutai Timur yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya, kata Ardiansyah, membutuhkan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang semakin kuat.
Terlebih, tingginya arus pendatang yang datang untuk bekerja di sektor pertambangan dan perkebunan turut menambah keragaman masyarakat di daerah tersebut.
Dalam kondisi tersebut, keberadaan FKUB dinilai semakin strategis untuk memastikan setiap perbedaan tidak berkembang menjadi persoalan sosial maupun persinggungan antarumat beragama.
“FKUB merupakan salah satu garda terdepan dalam merawat kebersamaan di Kutai Timur,” ujar Ardiansyah di Ruang D’Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (27/8/2026).
Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran FKUB Kutai Timur yang selama ini dinilai mampu menjaga komunikasi serta membangun suasana kehidupan beragama yang kondusif.
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum menemukan persoalan serius yang berkaitan dengan konflik maupun persinggungan antarumat beragama di Kutai Timur.
“Kondisi ini tentu harus terus kita pertahankan dan bahkan diperkuat,” katanya.
Melalui Rakor FKUB tersebut, Bupati berharap seluruh peserta dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi masukan bagi kepengurusan FKUB, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta bagi pemerintah daerah.
“Semoga Rakor ini menghasilkan rekomendasi yang bisa menjadi masukan bagi FKUB dan pemerintah dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kutai Timur Ismaun Sirman menyampaikan bahwa FKUB Kutai Timur telah berdiri sejak 2006 dan saat ini memasuki periode kepengurusan yang kelima.
Menurutnya, Rakor FKUB sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Ke depan, FKUB Kutai Timur juga akan mempersiapkan pelaksanaan rapat kerja sebagai bagian dari upaya memperkuat program dan kelembagaan organisasi.
Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun kepengurusan saat ini, FKUB Kutai Timur telah melakukan koordinasi dengan FKUB pusat maupun FKUB Provinsi Kalimantan Timur.
Selain memperkuat kapasitas kelembagaan, FKUB juga telah menjalankan tugasnya dalam memberikan rekomendasi terkait pembangunan rumah ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Ismaun mengajak seluruh peserta Rakor untuk memegang tiga prinsip utama dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat, yakni saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan.
“Prinsip tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat agar keberagaman agama tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kerukunan bukan berarti mencampuradukkan keyakinan. Setiap umat beragama tetap memiliki keyakinan masing-masing, namun harus mampu menghormati umat agama lain dalam menjalankan ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
Rakor FKUB Kutai Timur Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan FKUB dari 15 kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengutus tiga orang peserta.
Mengusung tema “Bersama FKUB dan Pemerintah Merawat Harmoni, Menguatkan Sinergi Menuju Kutai Timur Hebat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara FKUB, pemerintah, dan para pemuka agama dalam menjaga kerukunan di daerah.
Rakor FKUB Kutai Timur 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Muhammad Adib Abdushomad, perwakilan FKUB Provinsi Kalimantan Timur Abdul Hadi dan Haiban, serta unsur Kepolisian Resor Kutai Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kutai Timur Tejo Yuwono, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.(Bk)







