Pelayanan KB Gratis Serentak Sasar Dua Ribu Akseptor di Kutim

oleh -43 views
e4f09600 7078 4946 b799 b6b04523a27f

Sangatta – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Pelayanan KB Gratis Serentak se-Indonesia Sejuta Akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Hotel and Resto Teras Belad, Sangatta, Selasa, (4/6/2024).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris BKKBN Kaltim, Al Khafid Hidayat menyampaikan bahwa program ini akan menyasar 23 ribu akseptor yang ada di Kaltim. Sementara itu, di Kutai Timur (Kutim) akseptor yang disasar sebanyak 2.328 orang, atau sekitar 10 persen dari target Kaltim.

Baca Juga :  Tahun 2024, Diskop UMKM Kutim Berencana Adakan Bazar Promosi di 6 Titik

“Untuk di Kaltim ada 23 ribu akseptor yang disasar, khusus di Kutai Timur (Kutim) sebanyak 2.328 akseptor, 10 persen dari target Kaltim,” ujarnya.

Khafid mengungkapkan, pelayanan KB serentak ini akan dilaksanakan selama satu hari, dimulai dari pukul 00.00 hingga 23.59 waktu setempat di seluruh Indonesia.

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa kegiatan ini menjadi kick off peringatan Harganas ke-31 yang akan dilaksanan di Kota Semarang pada 29 Juni 2024 nanti. Sementara itu, di Kalimantan Timur sendiri akan dipusatkan di Kota Bontang.

Baca Juga :  Bupati Ardiansyah Ajak Masyarakat Ikuti Program Beasiswa Indonesia Emas

Di tempat yang sama, Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaidi menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akses pelayanan KB bagi pasangan pada usia subur.

“Untuk melihat hasil pelayanan KB serentak ini, maka paling lama kami akan melaporkan pada tanggal 11 Juni, agar semua bisa melihat hasilnya ditingkat daerah dan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, DPPKB Kutim telah mempersiapkan sebanyak 348 alat kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), sedangkan untuk non-MKJP sebanyak 1.797 alat.

Baca Juga :  Prayunita Harap Lebih Banyak Kaum Perempuan Mengisi Kursi di DPRD Kutim di Tahun 2024

“Dalam mensukseskan target, kami melaksanakan program ini di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kutim,” terangnya.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan survei Indeks Kualitas Pelayanan (IKP) dengan menyasar 150 responden yang ada di Kutim.

Junaidi berharap, para penyuluh keluarga berencana dan petugas lapangan DPPKB Kutim dapat menyelesaikan survei tersebut, agar dapat melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang ada di Kutai Timur. (bk)